Mohon tunggu...
Murni KemalaDewi
Murni KemalaDewi Mohon Tunggu... Novelis - Lazy Writer

Looking for place to write

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana Pilihan

Pemberontakan Cinderella 2 (Bab 2)

25 Mei 2019   12:01 Diperbarui: 25 Mei 2019   12:19 230
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber gambar: https://fineartamerica.com 

            Erick hanya bisa tersenyum pasrah menatap sepupunya itu,

            "Sudahlah! Terserah kau saja!" katanya geleng-geleng kepala dan kembali menyambar buku yang tadi sedang ditulisnya. Ivan tersenyum kecil menatap Erick.

            Tiba-tiba terdengar bunyi bel masuk. Kelas 3 A mulai ramai. Lydia dengan genit melambai pada Ivan, sebelum duduk di kursinya dan menatap Ivan penuh pemujaan. Jaja dan Supardi masuk ke kelas tak lama kemudian. Wajah Jaja terlihat lesu ketika duduk di kursinya yang tak jauh dari Erick. Erick mengangkat kepalanya dari buku yang sedang ditulisnya dan menatap Jaja dengan heran,

            "Kemaren lo kemana, Jak?! Tumben-tumbennya lo bolos pelajaran kimia"

            Jaja menatap Erick dengan wajah penuh penderitaan sebelum ia kembali menundukan kepalanya dengan lesu. Supardi yang duduk di depan Jaja, menatap Jaja dengan wajah khawatir. Supardi lalu menatap Erick,

            "Kemaren Jaja meriang, Rick. Panas tinggi. Kata dokter, Jaja sedang depresi. Kayaknya gara-gara dia lagi-lagi jadi juru kunci di daftar cowok terfavorit yang baru itu, Rick" jelas Supardi dengan wajah tanpa dosa.

            Jaja spontan menjitak kepala Supardi hingga membuat Supardi mengaduh kesakitan. Erick tersenyum kecil melihat hal itu. Ia melirik Ivan, yang balas menatapnya dengan ekspresi menahan tawa.

@@@

            Di taman sekolah Aya dan teman-temannya sedang duduk sambil berdiskusi.

            "... memang unik juga istilah Machiavellis itu ya.  Aku sama sekali tidak menyangka kalau ada sejarah yang menarik di balik istilah itu. Ternyata dia adalah orang yang mengatakan kalau seorang penguasa itu harus kuat seperti singa dan cerdik seperti rubah" kata Nana.

            "Benar, Na. Nicollo Machiavelli menyatakan hal tersebut dalam karyanya yang berjudul 'Il Principe'. Menurutnya, seorang penguasa yang berhasil adalah yang bisa memadukan kekuatan singa dan kecerdikan rubah. Dengan demikian kekuasaan akan lebih langgeng" terang Rahman.

HALAMAN :
Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun