TOPIK PILIHAN
 PEMILU SERENTAK: HEMAT BIAYA, BOROS NYAWA

PEMILU SERENTAK: HEMAT BIAYA, BOROS NYAWA

Pemilihan Umum 2019 menjadi pemilihan serentak pertama di Indonesia. Pemilihan ini digadang-gadang menjadi pemilihan yang lebih baik dari sebelumnya. Namun nyatanya pemilu kali ini memakan korban hingga lebih dari seratus orang.Data korban terakhir menurut KPU 23 April, kemarin, petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dan sakit berjumlah 667 orang." 19 orang meninggal dunia, 548 orang lainnya sakit, dan tersebar di 25 provinsi," kata komisioner KPU Viryan Aziz, Selasa (23/4/2019), mengutip Antara.Kompasianer, bagaimana opini Anda tentang pemilu serentak yang baru pertama kali dilakukan ini? Dan menurut Anda apakah pemilu serentak ini perlu dilakukan kembali ke depannya atau sebaiknya kita memulai penerapan e-voting?Bagikan opini Anda dengan menuliskannya di Kompasiana dengan menyematkan label PEMILUSERENTAK2019 (tanpa spasi) pada tiap artikel.

 Rekonsiliasi Pasca-pemilu 2019

Rekonsiliasi Pasca-pemilu 2019

Rekonsiliasi pasca-pemilu 2019 dianggap penting, apalagi efek polarisasi sebelum, saat, hingga setelah kampanye para kandidat telah terlalu runcing antar-masyarakat. Pemilu sudah usai, elite politik dan masyarakat untuk menghentikan aksi saling serang. Bagaimana tanggapan Kompasianer terkait rekonsiliasi ini? Sampaikan opini/pendapat dengan menambahkan label RekonsiliasiPemilu2019 (tanpa spasi) pada setiap artikel.

 SEJENAK KE PEMILIHAN LEGISLATIF

SEJENAK KE PEMILIHAN LEGISLATIF

Pemilihan Umum 2019 yang bisa dikatakan sebagai sejarah baru bagi Indonesia baru saja kita laksanakan bersama-sama. Selain memilih calon presiden dan wakil presiden, pemilu kali ini juga kita memilih para calon legislatif.Pada pemilu tahun ini setidaknya ada 7.968 orang yang tercantum dalam daftar caleg yang terbagi dari 4.774 caleg laki-laki dan 3.194 caleg perempuan. Proporsi ini tentunya sudah memenuhi kuota 30 persen caleg perempuan seperti yang diatur dalam Undang-Undang Pemilu. Selain itu, mereka juga terdiri dari 20 partai politik yang mengikuti Pileg 2019 dan tersebar di 80 daera pemilihan sebagaimana telah ditetapkan KPU.Kompasianer, tuliskan opini Anda tentang Pemilihan Legislatif 2019 yang sudah berjalan cukup baik ini. Tuliskan di Kompasiana dengan mencantumkan label PEMILIHANLEGISLATIF2019 (tanpa spasi) pada tiap artikel Anda.

 SELAMAT HARI RAYA PASKAH 2019

SELAMAT HARI RAYA PASKAH 2019

Tentu ada yang berbeda dari perayaan Paskah tahun ini. Sebab Paskah tahun hampir bersamaan dengan kontestasi Pemilu 2019.Kita tahu, pemilu tahun ini memiliki dinamika yang boleh dikatakan tidak sederhana. Namun kita patut bersyukur semua berjalan dengan baik dan damai. Kini alangkah eloknya bila menatap ke depan demi kebaikan kita, bangsa, dan negara kita bersama.Tepat di momen yang sakral ini rasanya patut memaknai kebangkitan Kristus yang mengajak kita untuk terus-menerus berdiri teguh, dalam segala keadaan, dan melayani semua dengan tidak membedakan latar belakang agama, suku, budaya serta status sosial, dan pilihan politik.Kompasianer, di momen yang agung nan hikmat ini mari sampaikan pesan-pesan positif Anda untuk menyongsong masa depan sesama yang lebih baik.Tuliskan segala bentuk opini atau pandangan Anda di Kompasiana dengan menyematkan label PASKAH2019 (tanpa spasi) pada tiap artikelnya.

 PESTA DEMOKRASI TANPA HOAKS

PESTA DEMOKRASI TANPA HOAKS

Para capres-cawapres menutup jalan panjang kampaye yang kurang lebih berlangsung selama delapan bulan dengan debat tahap kelima pada Sabtu (13/04) lalu. Debat terkahir itu sekaligus menjadi pertanda dimulainya masa tenang sebelum akhirnya menyambut pesta demokrasi pada 17 April, besok.Demi menjadikan pesta demokrasi yang menggemberikan bagi seluruh masyarakat Indonesia, ada baiknya kita menjaga dari segala macam dan bentuk ancaman, termasuk hoaks. Pasalnya hoaks bisa menjadi ancaman paling nyata.Kompasianer, mari kita sebarkan isu-isu positif yang menjelang pesat demokrasi 17 April besok. Sebab, kalau bukan kita siapa lagi? Dan bukankah tidak ada cara lain selain merayakan pesta demokrasi selain dengan kegembiraan dan keakraban?Tuliskan segala bentuk opini Anda mengenai pesta demokrasi tanpa hoaks atau juga bisa menuliskan bagaimana kiat-kiat kita menghadapi hoaks di Kompasiana dengan menyematkan label PESTADEMOKRASITANPAHOAKS (tanpa spasi) pada tiap artikelnya.

 Reportase Pemilu 2019

Reportase Pemilu 2019

Akhirnya, tepat tanggal 17 April 2019 nanti seluruh warga negara Indonesia akan memilih. Ini adalah momen bersejarah karena untuk pertama kalinya para pemilih akan mendapatkan 5 kertas suara sekaligus. Kertas warna abu-abu untuk Capres dan Cawapres, kuning (DPR RI), biru (DPRD Provinsi), hijau (DPRD Kabupaten/kota), dan merah (DPD). Berbeda dengan WNI di Indonesia masih menantikan tanggal pencoblosan, beberapa negara telah terlebih dahulu melakukan early voting sejak Senin, 8 April 2019. Setiap negara memiliki jadwal pencoblosan berbeda-beda dalam dalam rentang waktu 7 hari sejak tanggal 8 hingga 14 April 2019.Kompasianer, di manakah Anda menggunakan hak pilih Anda? Apakah Anda akan mencoblos sesuai DPT, harus berpidah TPS karena tuntutan kerja, ataukah Anda adalah salah satu diaspora yang harus menggunakan hak pilih di luar negeri? Tuliskan reportasenya di Kompasiana dengan menambahkan label REPORTASEPEMILU2019 (tanpa spasi) pada setiap artikel.

 PERTEMPURAN TERAKHIR PILPRES 2019: SAATNYA TENTUKAN PILIHAN!

PERTEMPURAN TERAKHIR PILPRES 2019: SAATNYA TENTUKAN PILIHAN!

Debat Pilpres 2019 memasuki babak akhir. Tema kali ini akan membahas Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial, Keuangan, dan Investasi. KPU secara resmi telah menetapkan jadwal penyelenggaraan debat yakni di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Sabtu (13/04/2019).Debat tahap terakhir ini dinilai penting karena dilakukan sehari sebelum masa tenang. Artinya, debat ini memiliki peranan untuk bisa meyakinkan para pemilih yang belum menentukan pilihan, bahkan meyakinkan yang tidak akan menggunakan hak pilihannya.Selain itu pemerintah sendiri memiliki target partisipasi pemilih pada Pemilu 2019 ini sebesar 77,5 persen. Mengingat angka golput terbilang tinggi pada Pilpres sebelumnya, yakni sebanyak 30,42 persen.Tuliskan opini Anda terkait dampak debat Pilpres terakhir ini terhadap keputusan para konstituen, dengan menyematkan label DEBATKELIMAPILPRES2019 (tanpa spasi) pada tiap artikelnya.

 AUDREY DAN PERUNDUNGAN YANG MASIH TERJADI DI SEKOLAH

AUDREY DAN PERUNDUNGAN YANG MASIH TERJADI DI SEKOLAH

Kasus-kasus perundungan kembali terjadi oleh siswa-siswi di sekolah. Kali ini  korbannya adalah seorang siswi sekolah menengah pertama (SMP) di Pontianak, Kalimantan Barat, harus dirawat intensif setelah dianiaya oleh sejumlah sisiwi sekolah menengah atas (SMA), Jumat (29/3/2019) lalu. Ini kemudian menjadi polemik ketika penanganan masalah semakin kompleks, bahkan bisa melahirkan masalah baru. Yaitu, bagaimana membuat efek jera kepada pelaku perundungan --yang notabene adalah pelajar-- dengan penanganan terhadap korban.Bagaimana tanggapan Kompasianer terhadap kembali maraknya kasus-kasus perundungan yang masih terjadi di sekolah? Adakah kritis atau saran untuk, paling tidak, agar tidak terjadi kepada anak-anak kita? Sampaikan opini/pendapat Kompasianer dengan menambahkan label AudreyDanPerundunganDiSekolah (tanpa spasi) pada setiap artikel.

 Mengawasi Pemilu: Mulai dari Politik Uang hingga Pelibatan Anak

Mengawasi Pemilu: Mulai dari Politik Uang hingga Pelibatan Anak

Sebuah jajak pendapat yang diadakan Litbang Kompas mengenai pengawasan pemilu, hampir seluruh responden sepakat penyelenggaraan pemilu harus diawasi. Dan sebagian besarnya setuju bahwa yang mengawas pemilu adalah masyarakat Indonesia.Berdasarkan catatan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) per 25 Maret terdapat 6.649 temuan dan laporan yang telah diproses terkait pelanggaran pemilu, antara lain politik uang, alat peraga kampanye (apk), hingga pelibatan anak.Kompasianer kami mengajak Anda untuk turut serta mengawasi masa-masa kampanye pemilu tahun ini dengan menceritakan segala bentuk temuan-temuan pelanggaran yang Anda temukan dan sudah dilaporkan ke Bawaslu. Atau, ceritakan kampanye-kampanye yang sehat dan kreatif di sekitar Anda.Semua bisa Anda tuliskan di Kompasiana dengan mencantumkan label KOMPASIANERMENGAWASIPEMILU2019 (tanpa spasi) pada tiap artikelnya.

 Potensi Sayur dan Buah Lokal

Potensi Sayur dan Buah Lokal

Jika disandingkan, secara ujud sayuran dan buah lokal memang kalah menarik dibanding buah impor. Oleh karenanya buah lokal acapkali dianggap kurang berkelas dan kurang berkualitas.Padahal, secara kandungan gizi dan rasa, buah lokal cukup banyak manfaatnya, juga rasa yang unik. Bahkan di luar negeri, buah-buahan lokal dari Asia--khususnya dari Indonesia-- dianggap sebagai bahan makanan eksotis yang berharga mahal. Yuk tuliskan topik berikut dengan menambahkan label SayurBuahLokalFavorit (tanpa spasi) pada setiap artikel.