Penetapan Nomor Urut Capres-Cawapres 2019

Penetapan Nomor Urut Capres-Cawapres 2019

Malam ini, Jumat (21/9/2018) KPU telah melangsungkan pengundian nomor pasangan Capres dan Cawapres untuk Pilpres 2019. Jokowi - Ma'ruf Amin mendapat nomor urut 1 (satu) dan pasangan Prabowo-Sandiaga Uno mendapat nomor urut 2 (dua). Nomor dari hasil pengundian ini sangat penting bagi Tim Sukses (Timses) kedua belah pihak. Pasalnya, Timses membutuhkan nomor tersebut untuk menentukan strategi pemenangan dan merancang kebutuhan praktis lainnya seperti pembuatan materi kampanye.Kompasianer, bagaimana tanggapan Anda tentang penetapan nomor urut Pasangan Capres-Cawapres 2019 ini? Tuliskan opini/pendapatnya di setiap artikel dengan menambahkan label NomorUrutPilpres2019 (tanpa spasi)

 SEPERTI APA

SEPERTI APA "CRAZY RICH" DI DAERAHMU?

Ketika film 'Crazy Rich Asia' mulai mendapat banyak perhatian penikmat film di Indonesia, kemudian muncul kreatifitas warganet untuk membuat lelucon dari film tersebut dan bahkan menjadi trending topic di twitter. Dua di antaranya adalah tagar CrazyRichSurabaian dan CrazyRichBekasian. Idenya barangkali sederhana: mereka menceritakan tentang bagaimana cara hidup orang-orang kaya di daerahnya. Tentu itu menjadi hal yang lucu, walau bisa jadi itu hal yang biasa dan rasa-rasanya lumrah di sekitar kita selama ini.Kompasianer, adakah di antara kalian yang kadang memerhatikan bagaimana gaya hidup orang-orang kaya di daerahmu yang lucu? Ayo ceritakan di kompasiana dengan menambahkan label DiDaerahkuOrangKayaItu (tanpa spasi) di setiap artikel.

 Polemik Pencalonan Caleg Eks Koruptor

Polemik Pencalonan Caleg Eks Koruptor

Perseteruan antara Komisi Pemilihan Umum DKI dengan Ketua DPD Partai Gerindra DKI Mohamad Taufik kian memanas.  KPU DKI menyatakan Mohamad Taufik tidak memenuhi syarat sebagai bakal caleg DPRD DKI Jakarta lantaran Taufik pernah menyandang status sebagai terpidana korupsi. Namun, pada akhirnya Bawaslu mengeluarkan putusan bahwa ini Taufik layak untuk menjadi bakal caleg DPRD DKI Jakarta.  Kompasianer, bagaimana opini Anda tentang perseteruan ini? Tuliskan pendapat Anda dengan mencantumkan label CALEGEKSKORUPTOR (tanpa spasi) pada setiap artikel Anda.

 KETIKA JOKOWI - PRABOWO BERPELUKAN

KETIKA JOKOWI - PRABOWO BERPELUKAN

Momen selebrasi tersebut tidak hanya berhenti sampai di situ: Hanifan Yudani Kusuma menyambut ucapan selamat dari Joko Widodo dan Prabowo Subianto dengan memeluknya satu per satu. Tak lama, Hanifan memeluk keduanya secara bersamaan hingga foto yang menangkap momentum itu seakan memperlihatkan sosok kedua elit partai politik tersebut sedang berpelukan dalam balutan bendera Merah Putih.Kisah pelukan kedua calon pesaing yang akan merebutkan kursi presiden ini menjadi viral dan ramai diperbincangkan oleh warganet. Nah kompasianer, adakah tanggapan terkait momen hangat Joko Widodo dan Prabowo Subianto ketika berpelukan?Yuk, sampaikan opini terkait hal tersebut dengan menambahkan label PelukanJokowiPrabowo (tanpa spasi) pada setip artikel.

 IBADAH HAJI 2018

IBADAH HAJI 2018

Salah satu makna ibadah haji adalah kepasrahan total atas kuasa Ilahi. Ritualnya mengandung makna bahwa manusia harus selalu berjuang dalam menghadapi segala ujian dan cobaan.Oleh karenanya akan selalu banyak cerita dan kesan selama pelaksanaan Ibadah Haji. Sebab, bisa jadi, keberangkatan seseorang berhaji hanya mampu satu kali semasa hidupnya.Selain itu, tentu saja, Ibadah Haji juga identik dengan Hari Raya Kurban. Di mana, biasanya, pada momen ini adalah waktu berkumpul bersama keluarga dan tetangga.Nah, kompasianer adakah cerita tentang Ibadah Haji yang bisa dibagikan di Kompasiana? Atau, adakah opini selama berlangsungnya Ibadah Haji tahun ini? Yuk tuliskan dengan menambahkan label: Haji2018 (tanpa spasi) di setiap artikel.

 Sekte Baru: Kerajaan Ubur-Ubur

Sekte Baru: Kerajaan Ubur-Ubur

Sepasang suami-istri di Serang, Banten, mendirikan Kerajaan Ubur-Ubur. Bertempat di Tower Indah Sayabulu RT 02/RW 07 ajaran tersebut mulai menyebarkan ajaran islam yang diduga sesat.Kegiatan yang dilakukan oleh Keraraan Ubur-Ubur ini menurut Sekjen MUI, Anwar Abbas telah menyimpang jauh. Dua di antaranya Anwar Abbas adalah mereka (Kerajaan Ubur-Ubur) meyakini kalau Nabi Muhammad itu perempuan dan memercayai Nyi Roro Kidul sebagai bentuk percaya kepada yang ghaib.Nah, kompasianer bagaimana menyikapi keberadaan sekte Kerajaan Ubur-Ubur ini? Silakan berikan opini terkait hal tersebut dengan label KerajaanUburUbur (tanpa spasi) pada setiap artikel.

 Kembali Memaknai Kemerdekaan Indonesia

Kembali Memaknai Kemerdekaan Indonesia

Dirgahayu ke-73 Indonesia! Itulah ungkapan selamat yang muncul pada Hari Kemerdekaan Indonesia yang diperingati setiap tanggal 17 Agustus.Tapi apalah artinya ungkapan tersebut bila sekadar diucapkan? Daripada hanya menjadi seruan kosong, mari gunakan peristiwa 17-an ini sebagai momentum untuk mensyukuri nikmat kemerdekaan Indonesia dan mengingat hal apa saja yang telah kita perbuat bagi kejayaan bangsa dan negara.Untuk itu, kami mengajak Anda menuliskan apa makna kemerdekaan bagi Anda, bagaimana cara Anda dan lingkungan sekitar merayakannya, dan apa yang Anda lakukan bagi Indonesia yang lebih baik.Tuliskan kisah  Anda di Kompasiana dengan menambahkan label HUT73RI (tanpa spasi) pada setiap artikel.

 TEBAK LANGKAH PASLON DI PILPRES 2019

TEBAK LANGKAH PASLON DI PILPRES 2019

KPU sudah mendapat 2 pasangan calon untuk Pemilu Presiden 2019, yakni Joko Widodo - Ma'ruf Amin dan Prabowo Subinato - Sandiaga Uno.Duel klasik antara Joko Widodo dengan Prabowo Subianto akan kembali tersaji. Entah mana yang lebih siap, yang jelas pertarungan dari kedua kubu ini akan selalu menarik untuk disimak perkembangannya.Kompasianer, kami mengundang Anda untuk menulis opini atau analisis seputar dua pasang calon Capres-Cawapres untuk Pemilihan Presiden 2019.Ayo tulis di Kompasiana dengan mencantumkan label PasanganPilpres2019 (tanpa spasi) pada setiap artikel Anda.

Kabar Bohong dan Eksploitasi Korban Bencana

Kabar Bohong dan Eksploitasi Korban Bencana

Bencana alam gempa bumi mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan kekuatan 7 SR, Minggu (05/08/2018). Musibah ini telah menelan puluhan korban jiwa dan ratusan korban jiwa.Di tengah suasana duka ini disertai arus informasi, kita kerap menerima berbagai macam informasi yang tidak jarang itu hoaks dan justru mengeksploitasi para korban.Kompasianer, untuk mengantisipasi hal-hal semacam itu bagaimana seharusnya kita bersikap? Tulsikan opini atau pandangan Anda di Kompasiana dengan menyertakan label GEMPA LOMBOK (tanpa spasi) di setiap artikelnya.

 Harga yang Harus Dibayar Demi Outfit Kesayangan

Harga yang Harus Dibayar Demi Outfit Kesayangan

Viral sebuah video anak muda diwawancarai untuk menjabarkan harga penampilan mereka dari ujung kepala ke ujung kaki. Harganya tidak kira-kira mahalnya. Dan itu menuai banyak komentar netizen.Dipandang dari sisi yang berbeda, harga sebuah benda sesungguhnya tidak selalu diwakilkan oleh nominal rupiah.Karena itulah kali ini Kompasiana mengajak Anda menulis tentang outfit kesayangan Anda beserta "nilai" yang tersimpan di baliknya. NIlai ini dapat berarti apa saja. Mungkin sebuah kisah, pengorbanan, nilai budaya, keistimewaan bahan/metode pembuatan, atau mungkin memang benar-benar nominal rupiah yang harus Anda keluarkan.Sertakan pula foto outfit yang Anda ceritakan di dalam artikel dan label OUTFIT TAK TERNILAI (tanpa spasi) pada setiap artikel yang Anda.

MENANTI PESAING JOKOWI DI PILPRES 2019

MENANTI PESAING JOKOWI DI PILPRES 2019

Joko Widodo kembali digadang untuk maju sebagai petahana, hanya saja, sampai sekarang belum ada nama yang akan mendampinginya.Selain itu, beberapa partai sudah membentuk koalisi untuk mengusung nama-nama yang tepat, yang kiranya bisa menyaingi Joko Widodo.Jadi kompasianer, bagaimana pendapatnya tentang  bursa capres 2019? Adakah usulan atau analisa nama-nama yang akan menjadi lawan Jokowi di Pilpres 2019? Silakan tulis artikel Anda dengan kategori Kotak Suara dan cantumkan label Bursa Capres (tanpa spasi) pada tiap artikel.

Caramu Mengatur Biaya Resepsi Pernikahan

Caramu Mengatur Biaya Resepsi Pernikahan

Banyak sekali cerita yang bisa dibagi dari bagaimana kita menyiapkan sebuah pernikahan kita sampai acara itu selesai. Tapi, tentu saja, pernikahanan tidak semata bagaimana menyiapkan resepsinya. Karena sebelum sampai situ, ada yang perlu dipersiapkan lebih dulu yakni mengatur biaya pernikahan, bukan?Untuk itulah kami ingin mengajak kompasianer untuk berbagi tips mengatur keuangan demi menyiapkan pesta pernikahan idaman.Yuk, berbagi kisah itu dengan menambahkan label: Mengatur Biaya Nikah (tanpa spasi) pada tiap artikel Anda.

 Sekolah Tanpa Pekerjaan Rumah

Sekolah Tanpa Pekerjaan Rumah

Dinas Pendidikan Kota Blitar, Jawa Timur, akan mengeluarkan surat edaran tentang pelarangan guru-guru di sekolah untuk tidak lagi memberikan pekerjaan rumah (PR) kepada murid-muridnya. Surat edaran itu diharapkan para murid memiliki banyak waktu belajar soal pendidikan karakter lingkungan keluarga dan masyarakat.Kompasianer, bagaimana tanggapan Anda mengenai kebijakan tidak ada PR di rumah. Apakah ini sebuah langkah tepat untuk membangun karakter si anak, atau justru sebaliknya? Atau mungkin Anda punya cara tersendiri untuk mendidik karakter anak yang ingin dibagikan ke khalayak?Silakan tuliskan tanggapan atau opini di Kompasiana dengan mencantumkan label Sekolah Tanpa PR (tanpa spasi) pada setiap artikel Anda.

"Obesitas" Akut Penggunaan Plastik

Persoalan sampah plastik kini tengah menjadi perbincangan di hampir semua negara, termasuk di Indonesia, khususnya di Ibu Kota. Laporan UN Environment terbaru menyebutkan, kantong plastik dan styrofoam adalah produk plastik paling berbahaya bagi lingkungan.Sebagai gambaran, seperti dilansir kompas.com berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta dan Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP) menemukan, bahwa konsumsi kantong plastik mencapai 2.400 ton per tahun.Kompasianer, bagaimana Anda memandang persoalan ini? Adakah cara-cara yang bisa Anda bagikan bagaimana mengolah limbah rumah tangga, termasuk sampah plastik, guna menekan dampak negatif terhadap lingkungan? Atau Anda punya cara lain tanpa harus menggunakan plastik?Tuliskan semua opini, pandangan, maupun tips dari Anda di Kompasiana dengan mencantumkan label SAMPAH PLASTIK (tanpa spasi) pada setiap artikel Anda.

 Aplikasi Tik Tok Diblokir

Aplikasi Tik Tok Diblokir

Kominfo telah memblokir Tik Tok dengan alasan banyak konten negatif dan tidak pantas untuk anak-anak. Pemblokiran aplikasi Tik Tok oleh pemerintah Indonesia juga menuai pro-kontra di media sosial.Kebanyakan menganggap tindakan ini merupakan pembatasan terhadap kebebasan berekspresi di dunia maya. Sementara itu, bagi pihak yang setuju dengan pemblokiran, menganggap bahwa aplikasi Tik Tok tidak bermanfaat.Ada juga yang lebih berada di antara keduanya, mereka setuju untuk diblokir dengan catatan literasi digital kita sudah mumpuni. Selama ini pemerintah dinilai hanya memblokir tanpa pernah memberikan literasinya.Kompasianer, sampaikan pendapat, opini, atau pandangan Anda tentang fenomena Tik Tok di Indonesia dan pemblokiran yang dilakukan oleh pemerintah dengan mencantumkan label: Tik Tok Diblokir (Tanpa spasi) pada artikel Anda.

 Mencari Final Ideal Piala Dunia 2018

Mencari Final Ideal Piala Dunia 2018

Berakhirnya pertandingan Grup G yang mempertemukan antara Inggris vs Belgium dan Panama dan Tunisia menandakan usai juga fase babak grup Piala Dunia 2018.Dari 32 tim terlibat, kini hanya tersisa 16 tim dan akan saling mengugurkan sebelum akhirnya menyisakan dua tim terbaik di puncak.Karenanya, kami menantang Anda untuk mencari final ideal Piala Dunia 2018 dengan menuliskan opini atau prediksi Anda di Kompasiana dengan label FINAL IDEAL (tanpa spasi).

 MELAPORKAN SITUASI DARI TEMPAT PEMUNGUTAN SUARA

MELAPORKAN SITUASI DARI TEMPAT PEMUNGUTAN SUARA

Bagaimana cara Anda menyambut Pilkada Serentak 2018? Dengan keterlibatan 39 kota, dan 115 kabupaten pada Pilkada kali ini, tentu Anda memiliki cerita tersendiri mengenai jalannya proses pemungutan suara di lokasi hunian Anda.Mari laporan langsung situasi yang terjadi di TPS  Anda masing-masing sebagai wujud atensi pada pergelaran demokrasi di berbagai penjuru Indonesia.Anda dapat menuliskannya di Kompasiana dengan mencantumkan label Pilkada2018 (tanpa spasi) dan memasukkannya ke dalam kategori "Kotak Suara".Selain itu, Anda juga bisa melaporkan pengalaman Anda melalui video dengan mencantumkan label Pilkada2018 di dashboard dan memasukkannya ke dalam kategori "Video". Simak panduan untuk menempelkan video di tautan ini.

SERIBU CARA ATASI KECANDUAN GIM

SERIBU CARA ATASI KECANDUAN GIM

Awalnya bermain gim dalam kehidupan sehari-hari tampak biasa saja. Namun akan menjadi masalah ketika mereka (Pemain Gim) tidak dapat mengontrol dirinya untuk terus bermain. Hal ini dapat membuat pecandu gim melakukan berbagai cara agar dapat menuntaskan hasratnya, tanpa memedulikan konsekuensi atau risikonya.Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akhirnya menetapkan bahwa kecanduan bermain gim masuk ke dalam kategori penyakit gangguan mental. Meski tidak semua jenis permainan bersifat adiktif, namun alangkah baiknya kita mewaspadai sekitar kita bila ada yang terlihat sudah kecanduan gim.Melihat itu, adakah cara-cara khusus dari Kompasianer untuk menyikapi dan mengatasi kecanduan gim yang kini dimasukkan sebagai gangguan mental? Atau adakah pengalaman-pengalaman kamu dalam menyiasati dan menyikapi permasalahan ini? Mari bagikan pengalaman kamu di Kompasiana dengan menyertakan label: KECANDUAN GIM (tanpa spasi) pada artikel Anda.

 Berharap pada Ibu Kota

Berharap pada Ibu Kota

Tepat 22 Juni Ibu Kota Jakarta merayakan hari ulang tahunnya yang ke-491. Usia yang jauh dari kata muda. Tetapi sampai saat ini kita masih mengidamkan Jakarta sebagai kota ideal. Terlebih Jakarta merupakan representasi Indonesia di mata dunia.Jakarta sejak dahulu terus mengalami perubahan baik dari tata kota, budaya, sampai politiknya. Selain itu, Jakarta juga masih menjadi pusat dari berbagai sektor, ekonomi dan pendidikan salah duanya. Sentralisasi di Ibu Kota ini pun tak terelakkan lagi. Rencana pemindahan ibu kota pun sampai sekarang masih menjadi wacana. Di sisi lain, rencana itu juga masih menimbulkan pro dan kontra.Tentu, dengan segudan persoalan yang ada, sampai sekarang kita masih banyak berharap agar Jakarta menjadi kota yang nyaman untuk ditempati semua orang.Kompasianer, apakah Anda memiliki harapan-harapan khusus pada ulang tahun Kota Jakarta ke-491 ini? Tuliskan harapan-harapan atau ulasan Anda seputar Jakarta di Kompasiana dengan menyertakan label: HUT Jakarta (tanpas spasi) pada artikel Anda.

 SEPERTI APA KEMERIAHAN HARI RAYA IDULFITRI DI SEKITAR ANDA?

SEPERTI APA KEMERIAHAN HARI RAYA IDULFITRI DI SEKITAR ANDA?

Umat Islam di Indonesia merayakan Hari Raya Idulfitri 1439 Hijriah pada Jumat (15/6/2018), hari kemenangan setelah satu bulan menahan lapar dan nafsu duniawi. Bagi umat Islam di Indonesia, momen ini digunakan untuk kumpul bersama keluarga dan saling bermaafan.Selama perayaan, berbagai makanan dan tradisi turut memeriahkan Idulfitri di Indonesia. Ketupat adalah salah satu makanan khas Idulfitri di Indonesia yang terbuat dari beras dan dibungkus dari anyaman daun kelapa. Makanan ini biasanya dinikmati dengan Opor Ayam sebagai lauk.Kemudian ada pula beragam tradisi yang sudah berlangsung menahun di berbagai daerah saat Idulfitri tiba. Misalnya seperti tradisi Kenduri Makam di Aceh, Malaman di Lampung, Perang Topat di Lombok, dan yang lainnya. Beberapa tradisi khas daerah yang selalu ramai dihadiri masyarakat, tak jarang berubah menjadi sebuah festival untuk menarik wisatawan.Kompasianer, seperti apa kemeriahan Hari Idulfitri di lingkungan sekitar Anda? Tuliskan cerita Anda dengan menyertakan label: IDULFITRI 1439 (tanpa spasi) pada artikel Anda.

 YUK, BAGIKAN CERITA MENARIK ANDA SELAMA MUDIK

YUK, BAGIKAN CERITA MENARIK ANDA SELAMA MUDIK

Di bulan Ramadan, ada satu paling dinanti, terutama bagi perantau. Mereka kerap menggunakan momen ini untuk mudik atau pulang ke kampung halaman melepas rindu dengan sanak saudara di bulan penuh berkah. Dan dalam perjalanannya selalu memiliki kisah tersendiri.Agar semua peristiwa itu tak hanya Anda simpan sendiri dan membayangkan serunya berbagi cerita-cerita saat mudik bersama penulis-penulis lainnya, maka alangkah tepatnya Anda bagikan di Kompasiana.Selain dalam bentuk tulisan, Anda juga dapat melaporkan reportase mudik dalam bentuk video dengan memilih kategori video pada dashboard tulis.Untuk berpartisipasi, Anda dapat menuliskan langsung cerita pengalaman mudik di Kompasiana dengan mencantumkan label: MUDIK 2018 (Tanpa Spasi).

 Menyelamatkan THR dari Terpaan Diskon

Menyelamatkan THR dari Terpaan Diskon

Ada yang istimewa saat bertepatan hari ke-20 di bulan puasa yaitu hadirnya Tunjangan Hari Raya atau biasa disebut THR ke dompet atau rekening Anda masing-masing. Tapi sebenarnya ada persoalan laten yang mengintai di saat-saat datangnya THR, yakni buruknya kita mengelola pengeluaran.Kompasianer, bagaimana opini Anda untuk mengatasi persoalan menahun kita di saat menjelang Ramadan seperti ini, atau bagaimana kiat-kiat menurut Anda untuk menjaga pengeluaran di waktu-waktu sebelum lebaran.Kirimkan tulisan Anda berupa opini, pandangan, atau tips terkait fenomena di atas di Kompasiana dengan label THR LEBARAN (tanpa spasi).

 Memaknai Kembali Pancasila dalam Bernegara

Memaknai Kembali Pancasila dalam Bernegara

1 Juni lalu secera resmi ditetapkan sebagai Hari Lahir Pancasila. Penerapan nilai-nilai Pancasila kini menjadi sorotan di masyarakat. Nilai-nilai ini dianggap hampir pudar dari kehidupan berbangsa bernegara. Dan tidak jauh dari itu pula yang kemudian menjadi sorotan adalah besaran gaji anggota Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang mencapai ratusan juta rupiah.Kompasianer, adakah opini Anda terkait kelahiran Pancasila atau pandangan Anda tentang gamabran Pancasila saat ini? Atau juga mungkin Anda ingin menanggapi peran BPIP untuk mengingatkan kembali nilai-nilai Pancasila di Tanah Air?Silakan unggah karya Anda dan sertakan label Hari Lahir Pancasila (tanpa spasi) di Kompasiana.

 Kesucian Hari Raya Waisak 2018

Kesucian Hari Raya Waisak 2018

Umat Budha di Indonesia merayakan Hari Raya Waisak 2562 BE yang jatuh pada Selasa (29/5/2018). Pada perayaan ini umat Budha mengenang 3 peristiwa suci penyebar ajaran Buddha, Siddhartha Gautama, selama masa hidupnya.Selain umat Budha, perayaan ini menarik perhatian orang banyak, khususnya umat beragama lain dan turis asing. Mereka ikut khidmat dalam setiap prosesi mengenang peristiwa suci Sidharta Gautama.Kompasianer, apa makna Waisak bagi Anda di tahun ini, atau sertakan pengalaman atau kisah di sekitar Anda dalam merayakan kesucian Hari Raya Waisak 2018? Tuliskan cerita Anda dengan menyertakan label Waisak 2018 (tanpa spasi) pada artikel Anda.

Saling Silang Pendapat tentang Peran Minke

Saling Silang Pendapat tentang Peran Minke "Bumi Manusia"

Akhirnya novel "Bumi Manusia" difilmkan. Sayangnya, reaksi warganet terhadap rencana ini tidak berbanding lurus dengan harapan para pembaca Pramoedya Ananta Toer. Satu di antaranya adalah penunjukan Iqbaal sebagai Minke, tokoh utama dalam novel "Bumi Manusia".Adakah tanggapan, kritik, atau saran terhadap akan diangkatnya film "Bumi Manusia" ini, Kompasianer? Sertakan label ini pada setiap artikel: FILM BUMI MANUSIA (tanpa spasi).

 REAL MADRID VS LIVERPOOL, SIAPA MENJADI JAWARA EROPA?

REAL MADRID VS LIVERPOOL, SIAPA MENJADI JAWARA EROPA?

Real Madrid dan Liverpool akan bertemu dalam kompetisi bergengsi se-Benua Biru, Final Champions League 2017/2018, di Stadion NSC Olimpiyskiy, Kiev, Ukraina, Minggu (27/05/2018) dini hari WIB. Di atas kertas kedua tim berpeluang juara sama besar.Real Madrid adalah tim langganan juara. Memiliki pemain terbaik dunia dan pelatih yang tengah moncer membuat Madrid semakin menakutkan.Liverpool sendiri bukan tanpa modal. Mereka memliki sejarah bagus kala bertemu tim Ibu Kota Spanyol itu. Dari lima kali pertemuan, The Reds mampu menang tiga kali dan Madrid hanya dua kali.Kompasianer, bagaimana prediksi Anda mengenai pertandingan kedua tim, dan siapakah yang akan menjadi jawara di Eropa? Berikan opini Anda berupa prediksi, baik hasil, strategi, ataupun jalannya pertandingan kedua tim dengan labelUCL 2018 (tanpa spasi) di Kompasiana.

 REFORMASI SUDAH SESUAI YANG DICITA-CITAKAN?

REFORMASI SUDAH SESUAI YANG DICITA-CITAKAN?

Reformasi dianggap bisa membawa bangsa ini menjadi lebih demokratis. Masyarakat pun seolah dijanjikan memiliki harapan kehidupan berbangsa dan bernegara lebih baik, aman, adil, dan tentu saja, lebih sejahtera. Hanya sejak reformasi itu dimulai hingga genap 20 tahun kini belum ada tanda-tanda membaiknya negara ini bagi masyarakat.Lantas bagaimana tanggapan Kompasianer mengenai momentum reformasi tahun ini, apakah sudah seperti yang dicita-citakan atau justru semakin jauh?Atau bagaimana juga tanggapan Anda soal pemerintah yang belum mengungkap dalang Tragedi Trisakti dan Semanggi beberapa hari sebelum lengsernya Soeharto?Tuliskan semua opini, analisis, reportase, atau juga kisah-kisah seputar momentum Mei 1998 dengan label 20 TAHUN REFORMASI (tanpa spasi) di Kompasiana.

 Polemik 200 Penceramah Versi Kementerian Agama

Polemik 200 Penceramah Versi Kementerian Agama

Kementerian Agama merilis 200 nama penceramah yang dianggap moderat serta jauh dari ajaran intoleran dan radikal. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengungkapkan, rilis 200 nama penceramah tersebut untuk memenuhi permintaan masyarakat. Selama ini Kementerian Agama (Kemenag) sering mendapatkan pertanyaan mengenai rekomendasi penceramah yang baik.Meski bertujuan baik, keluarnya rilis penceramah yang baik versi Kemenag menuai polemik di kalangan masyarakat. Misalnya menimbulkan kebingungan di masyarakat ketika menerima penceramah di luar daftar dari Kemenag, yang akhirnya menimbulkan rasa saling curiga. Kemudian tidak jelasnya pihak yang mengajukan dan memilih nama penceramah, keputusan Kemenag dinilai terlalu subyektif.Kompasianer, bagaimana pendapat Anda tentang rilis 200 nama penceramah yang baik dari Kementerian Agama? Tulis opini Anda di Kompasiana dengan mencantumkan label: 200 PENCERAMAH (Tanpa Spasi) pada setiap artikel.

 LEDAKAN BOM GUNCANG 3 GEREJA DI SURABAYA

LEDAKAN BOM GUNCANG 3 GEREJA DI SURABAYA

Indonesia kembali berduka. Pasca-kerusuhan napi teroris di rutan Mako Brimob, Depok (11/5/2018), ledakan bom mengguncang tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018). Dikutip dari Kompas.com, total korban dari ledakan di 3 gereja dilaporkan 10 orang meninggal dan 41 orang luka-luka.Aksi terror bom di Surabaya ini akhirnya dikaitkan dengan insiden kerusuhan  napi teroris di rutan Mako Brimob, Depok. Kepala Polda Jawa Timur Irjen Machfud Arifin menyatakan, kasus ledakan bom yang terjadi di tiga lokasi di Surabaya merupakan imbas kerusuhan napi teroris di rutan yang ada di Mako Brimob, Depok, Jawa Barat.Kompasianer, bagaimana tanggapan Anda atas terror bom yang menyasar 3 gereja di Surabaya? Tuliskan opini Anda dengan label BOM SURABAYA (TANPA SPASI) di Kompasiana.

 PERKAWINAN ANAK MASIH MARAK

PERKAWINAN ANAK MASIH MARAK

Persoalan pernikahan anak di bawah umur masih sering terjadi di Indonesia. Data UNICEF (2017) memaparkan, 25 persen anak di Indonesia menikah di bawah usia 18 dan diikuti dengan angka kelahiran di bawah umur yang sama.Maraknya pernikahan anak di bawah umur dialaskan oleh faktor ekonomi. Padahal, masih berdasarkan data UNICEF, perempuan yang melakukan perkawinan usia anak sebagian besar tetap hidup dalam kemiskinan.Kompasianer, bagaimana Anda melihat dengan fenomena ini, atau apa solusi Anda guna menekan tingginya angka perkawinan anak di bawah umur di Indonesia? Tuliskan opini Anda dengan label PERKAWINAN ANAK (TANPA SPASI) di Kompasiana.