Mohon tunggu...
TOPIK PILIHAN
 KETIKA ORANGTUA DITUNTUT LEBIH

KETIKA ORANGTUA DITUNTUT LEBIH "CANGGIH" DARI GOOGLE

Tak hanya karyawan yang harus beraktivitas dari rumah lantaran dampak Covid-19, murid-murid sekolah pun merasakan hal sama. Para murid ini melakukan pendalaman materi, kelas online, sampai mengerjakan tugas dengan mengandalkan internet dan platform tertentu.Kompasianer, setelah kurang lebih sebulan mendampingi anak belajar di rumah, bagaiamana Anda menyiasatinya? Apakah Anda punya tutorial dan kiat supaya orangtua menjadi pendamping anak yang "serba tahu"? Atau malah Anda mau berbagi jawaban PR anak di Kompasiana?Yuk bantu orangtua lainnya menghadapi masa-masa sulit ini dengan menuliskannya di Kompasiana dan sematkan label Belajar di Rumah pada tiap kontennya.

TUNDA PILKADA

TUNDA PILKADA

Meski menunda Pilkades, pemerintah tetap memutuskan untuk melanjutkan penyelenggaran Pilkada 2020 meski 2 Perppu masih dalam proses pengkajian. Finalnya, Komisi II DPR RI bersama dengan pemerintah dan penyelenggara pemilu bersepakat untuk tetap melangsungkan Pilkada 2020 pada 9 Desember 2020 mendatang.Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sudah memerintahkan untuk menunda 3.000 Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Menurutnya, penundaan Pilkades dilakukan sebagai salah satu upaya pencegahan Covid-19 karena sulitnya melakukan kontrol, terlebih karena penyelenggaraanya diserahkan kepada para Bupati setempat.Pertanyaannya, apa sebab yang menjadi dasar perbedaan putusan penyelenggaraan Pilkades dan Pilkada, kalau memang pemerintah berkeinginan mencegah penyebaran infeksi Covid-19? Tidakkah keduanya sama berisikonya? Kompasianer, bagikan opini kamu terkait penyelenggaraan Pilkada dan penundaan Pilkades tahun ini di Kompasiana dengan menyematkan label Tunda Pilkada (menggunakan spasi) pada tiap konten yang kamu buat.

 WASPADA BANJIR

WASPADA BANJIR

Mungkin masih lekat dalam ingatan banjir yang terjadi pada awal tahun 2020 di Jakarta dan daerah Pulau Jawa lainnya. Bukan hanya barang-barang, melainkan ada nyawa yang jadi korban. Peristiwa banjir tersebut menjadi trauma tersendiri. Kini kita mesti lebih berhati-hati dan waspada. Sebab, sejak mengalami peningkatan setelah diguyur hujan deras sejak Senin (21/9/2020) sore Bendung Katulampa, Bogor, Jawa Barat kini berstatus siaga 1.Tidak hanya itu, bahkan satu rumah warga dilaporkan hanyut akibat banjir bandang tersebut, dan dua orang dilaporkan hilang terbawa arus akibat terjadi banjir bandang di Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat.Kini saatnya kita saling jaga dan melindungi sesama. Karena menurut prediksi air akan sampai di Jakarta dalam waktu 8 sampai 12 jam ke depan --terhitung sejak Bendung Katulampa siaga 1. Sila sampaikan opini maupun reportase di tempat tinggal Kompasianer untuk topik berikut dengan menambahkan label Waspada Banjir (menggunakan spasi) pada tiap konten yang dibuat.

 DRAMA MOTOGP 2020 BERLANJUT!

DRAMA MOTOGP 2020 BERLANJUT!

Di antara sekian banyak dibatalkannya kompetisi olahraga pada level nasional maupun internasional, salah satu yang bisa menjadi penghibur para pecinta laga sport di rumah adalah gelaran MotoGP 2020.Bukan hanya karena Pandemi. Ada banyak peristiwa yang membuat MotoGP 2020 ini terasa berbeda. Salah satunya ialah karena cedera yang dialami Marc Marquez di Sirkuit Jerez Spanyol, Juli lalu.Inilah yang menarik, perebutan podium MotoGP musim ini sulit ditebak dan berpotensi memunculkan juara baru. Tidak ada kandidat juara yang jelas, kerap berubah di setiap serinya.Silakan tulis prediksi, komentar, perkembangan klasemen, dan semua yang kamu temukan ketika menonton MotoGP tahun ini dengan menambahkan label MotoGP 2020 (menggunakan spasi) pada tiap konten yang dibuat.

SUSAH-SUSAH GAMPANG MERAWAT TANAMAN HIAS

SUSAH-SUSAH GAMPANG MERAWAT TANAMAN HIAS

Ada satu tren yang belakangan ini kembali ramai: membeli tanaman hias untuk di rumah. Jika dulu pernah ramai musim tanaman "Gelombang Cinta", kini jenis yang digemari adalah Philodendron (Sri Rejeki), Monstera (Janda Bolong), Alocasia, dan Begonia.Awalnya Janda Bolong dan tanaman hias lainnya banyak dicari untuk sekadar pemanis ruangan. Wajar, bentuknya yang modern memang kerap digunakan oleh para influencer untuk memberikan kesan kekinian pada sudut ruangan.Apakah ada di antara Kompasianer yang juga sedang mengikuti tren menanam tanaman hias di rumah? Tanaman apa yang jadi favoritmu di rumah? Tips apa yang bisa kamu bagikan kepada para pegiat hobi yang sama?Yuk berbagi cerita maupun kiat dalam merawat tanaman hias dengan menambahkan label Merawat Tanaman Hias (menggunakan spasi) pada tiap konten yang dibuat.

 OSPEK VIRTUAL

OSPEK VIRTUAL

Jika biasanya aktivitas ospek berisi imbauan untuk membuat atribut rumit, tur keliling kampus, dan pembagian tugas kelompok, bagaimana dengan ospek yang dilakukan secara virtual? Pastinya ada beberapa aktivitas yang mau tak mau mesti ditiadakan.Ada-ada saja kesalahan mahasiswa baru yang biasanya memantik amarah para senior saat ospek. Dan tahun ini, beredar video para senior yang tetap bertugas sebagai "kakak marah-marah" meski dilakukan melalui video.Kompasianer, apakah kamu mahasiswa baru dan merasakan serunya ospek virtual? Atau jika kamu punya opini mengenai bagaimana seharusnya ospek virtual dilakukan, yuk bagikan pendapatmu. Bisa juga bernostalgia dengan pengalaman ospek yang pernah dialami. Sila sampaikan opini maupun reportase pada topik berikut dengan menambahkan label Ospek Virtual (menggunakan spasi) pada tiap konten yang dibuat.

 KAWAL PSBB DI SEKITARMU

KAWAL PSBB DI SEKITARMU

PSBB ketat mulai diberlakukan per hari Senin (14/09/2020) di Jakarta. Meski demikian, dengan kian bertambahnya angka infeksi positif Covid -19 se-Indonesia, bukannya tak mungkin daerah lainnya akan terinspirasi untuk melakukan langkah serupa.Pada PSBB Total yang kedua ini, Kompasiana ingin mengajak kamu untuk turut serta mengawal PSBB. Tak hanya untuk domisil DKI saja, tetapi juga di daerah lain tempat kamu tinggal. Ceritakan praktik pencegahan yang diaplikasikan di wilayahmu, pelanggaran yang dilakukan (baik oleh warga maupun pihak lainnya), perkembangan terkini lainnya, dan suka duka mengawal protokol kesehatan.Laporkan penerapan PSBB di daerah sekitar kamu dengan menyertakan label Kawal PSBB (menggunakan spasi) pada tiap konten yang kamu buat baik melalui artikel maupun video.

 PERSELINGKUHAN DI KANTOR

PERSELINGKUHAN DI KANTOR

Jika selingkuh ibarat tindak kriminal, barangkali, bisa dimulai perselingkuhan bukan hanya karena ada niat tetapi juga kesempatan, bukan?Bahkan sebuah situs kencan, Victoria Milan, pernah melakukan survei terhadap 5.568 responden wanita dan hasilnya: tempat kerja bisa memicu keinginan berselingkuh karena waktu dan kesempatan bekerjasama dengan rekan kerja yang tinggi. Ketika ini mulai terjadi, menurut Kompasianer Jose Hasibuan, lambat laun kantor sudah menjadi tempat kerja yang sangat erotis. Apakah di antara Kompasianer ada yang pernah mengalami atau mencoba selingkuh dengan teman kerja? Atau, adakah peraturan kantor yang mengetatkan agar sesama karyawan agar tidak selingkuh? Sila sampaikan opini atau pengalaman Kompasianer atas topik berikut dengan menambahkan label Perselingkuhan di Kantor (menggunakan spasi) pada tiap konten yang dibuat.

TARIK REM, SIAP-SIAP KEMBALI PSBB!

TARIK REM, SIAP-SIAP KEMBALI PSBB!

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan menerapkan PSBB secara ketat mulai Senin (14/09/2020). Putusan ini dipicu oleh meningkatnya angka positif kasus Covid-19 menyentuh 1.000 penderita per hari, tingginya kematian, dan menipisnya kapasitas fasilitas kesehatan.Kompasianer, bagaimana opinimu mengenai penerapan kembali PSBB ini? Apakah kamu salah satu yang terdampak? Apakah kebijakan ini perlu diikuti oleh provinsi lain, menyusul dicekalnya Indonesia oleh sejumlah negara karena tingkat infeksi yang tinggi?Bagikan opini atau gagasan kamu di Kompasiana dengan menyertakan label Kembali PSBB (menggunakan spasi) pada tiap konten yang kamu unggah.

 SELAMAT JALAN, JAKOB OETAMA

SELAMAT JALAN, JAKOB OETAMA

Pendiri Kompas Gamedia Jakob Oetama wafat pada usia 88 tahun, Rabu (09/09/2020) di Rumah Sakit Mitra Keluarga. Jenazahnya akan disemayamkan di TMP Kalibata."Telah meninggal dunia pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama." Demikian diberitakan Kompas TV.Kompasianer, bagikan opini, reportase, kesan-pesan, doa, atau kisah lainnya mengenai beliau di Kompasiana dengan menyertakan label Jakob Oetama Meninggal Dunia (menggunakan spasi) pada tiap kontennya.