Mohon tunggu...
TOPIK PILIHAN
 WARTAKAN KONDISIMU SELAMA COVID-19

WARTAKAN KONDISIMU SELAMA COVID-19

Panggilan untuk Kompasianer Regional dan Diaspora. Kita sadar bahwa media belum sepenuhnya bisa menjangkau kebutuhan masyarakat karena satu dan lain hal.Oleh karena itu, Kompasiana ingin mengajak Kompasianer di manapun Anda berada untuk menceritakan perkembangan situasi di lokasi tinggal Anda, baik di dalam dan luar negeri.Kisahkan situasi dan kebutuhan yang belum terpenuhi. Jangan lupa ingatkan orang di sekeliling Anda untuk tidak cemas, selalu mencuci tangan dan sedapat mungkin #DiRumahAja. Semoga kerja sama antarmasyarakat, media, dan pemerintah dapat menekan angka korban di negeri ini.Bagikan info, reportase, dan energi positifmu dengan menambahkan label Corona Hari Ini (dengan spasi) pada tiap konten Anda. Teruskan juga di media sosial, supaya makin banyak orang terbantu.

 SIASAT UMKM DI TENGAH PANDEMI

SIASAT UMKM DI TENGAH PANDEMI

Biar bagaimanapun roda ekonomi mesti berputar. Tetapi bagaimana mau berputar kalau tak ada yang menggerakkan? UMKM kita butuh pembeli tapi di manapun seindonesia, telah terjadi kelemahan ekonomi. Dan para pembeli telah menghilang dari jalan, pasar, dan melakukan karantina mandiri. Dalam kondisi seperti ini, sejumlah pelaku usaha bersiasat agar usaha tetap jalan, bukan? Apakah usahamu juga terdampak? Atau apakah kamu memiliki kisah tentang pelaku usaha di sekitarmu? Bagaimana caramu mendukung supaya pengusaha kecil kita tak gulung tikar? Mungkin dengan membeli dan menambahkan tip? Atau lebih suka gotong royong membantu kebutuhan mereka?Silakan tulis opini atau reportase mengenai topik tersebut dengan menambahkan label Semangat untuk UMKM (menggunakan spasi) pada setiap konten yang dibuat.

 PSBB, INIKAH YANG DITUNGGU?

PSBB, INIKAH YANG DITUNGGU?

Presiden Joko Widodo telah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang disampaikan melalui Keterangan Pers tentang Status Kedaruratan Kesehatan Masyarakat di Istana Bogor, Selasa (31/03). Kompasianer, bagaimana PSBB ini diberlakukan di provinsi Anda? Seperti yang disampaikan Presiden, setiap putusan daerah perlu dikoordinasikan dan mendapatkan persetujuan sehingga inisiatif karantina wilayah warga berkemungkinan dikaji kembali. Ataukah Anda punya usul tindakan di sektor lain untuk menyukseskan PSBB berdasarkan kondisi lokal Anda? Silakan tulis kabar, opini atau saran dari Kompasianer dengan menambahkan label PSBB (menggunakan spasi) pada setiap konten yang dibuat.

 JIKA MUDIK TAHUN INI DILARANG

JIKA MUDIK TAHUN INI DILARANG

Kita tahu, ada begitu banyak dilema di balik imbauan #janganmudik. Bagi pekerja harian yang kesulitan memenuhi kebutuhan di Tanah Rantau, mudik adalah salah satu tindakan logis untuk bertahan hidup. Belum lagi momentum bulan Ramadan yang selalu dirindukan oleh perantau untuk pulang.Menurut kamu, bagaimana sebaiknya polemik ini dihadapi? Misal, apakah kamu memiliki usulan supaya pemerintah mempersiapkan sejumlah skenario mudik? Mungkin persiapan griya tampung untuk mengisolasi pemudik selama 14 hari? Jaringan internet gratis untuk melakukan video conference dengan keluarga saat Lebaran supaya tak perlu mudik, misalnya? Atau, bagaimana cara Anda meyakinkan anggota keluarga lain yang bersikeras supaya Anda mudik tahun ini?Silakan bagikan kisah/opini Kompasianer dengan menambahkan label Imbauan Jangan Mudik (menggunakan spasi) pada setiap konten yang dibuat.

DI RUMAH MALAH BOROS

DI RUMAH MALAH BOROS

Apakah kamu salah seorang yang merasa kebutuhan makin banyak selama dua minggu belakangan? Padahal dengan mengurangi intensitas keluar rumah, bukannya kita malah bisa berhemat? Ongkos operasional seperti transportasi dan bensin dapat kita gunakan untuk membiayai kebutuhan rumah. Harusnya sih impas. Atau, apakah yang Anda alami justru sebaliknya?Coba bagikan suka dukamu mengelola biaya hidup selama beraktivitas di rumah. Sematkan label Biaya Isolasi Mandiri (menggunakan spasi) pada setiap konten yang dibuat.

 NONTON DI RUMAH

NONTON DI RUMAH

Ketika kita lebih banyak menghabiskan banyak waktu di rumah, baik untuk istirahat maupun bekerja, menonton film di situasi dan kondisi seperti ini, barangkali, bisa jadi alternatif hiburan yang sangat menarik, bukan?Oleh karena itu, sembari menyambut Hari Film Nasional yang jatuh pada 30 Maret, bagaimana kalau kita saling bertukar film-film menarik? Bisa yang membuat kita tambah semangat setelah menontonnya. Atau mungkin, justru memotivasi kita agar tetap produktif selama di rumah. Apa saja. Silakan rekomendasikan film yang menurut Kompasianer cocok ditonton belakangan ini dengan menambahkan label Nonton Film di Rumah (menggunakan spasi) pada konten yang dibuat.

NYEPI DI RUMAH

NYEPI DI RUMAH

Seluruh Umat Hindu di Indonesia merayakan Hari Suci Nyepi Saka 1942 yang jatuh pada hari Rabu (25/03/2020). Saat Hari Raya Nyepi, umat Hindu diharuskan untuk melaksanakan Catur Brata Penyepian. Di antaranya Amati Karya (tidak bekerja), Amati Lelungan (pantang berpergian), Amati Lelanguan (pantang menikmati hiburan), dan Amati Geni (pantang menyalakan api).Kompasianer, mari ikut berbela rasa dengan saudara-saudari kita yang mesti merayakan hari raya di masa sulit ini. Tunjukkan empatimu dengan membuat konten di Kompasiana. Kamu juga bisa memberikan reportase Nyepi, pengalaman pribadi, maupun yang terjadi di sekitar kamu dengan melalui tulisan, foto, ataupun video. Sematkan label Nyepi 2020 (menggunakan spasi) pada tiap kontenmu.

 MEREFLEKSIKAN ISRA MIRAJ

MEREFLEKSIKAN ISRA MIRAJ

Isra Miraj adalah mujizat, sebuah perjalanan Nabi Muhammad ke langit dalam satu malam. Akan tetapi, terlepas dari bagaimana perjalanan ke langit hingga dipertemukan oleh Allah SWT, di balik itu semua, ada ketakwaan yang Nabi Muhammad lakukan. Pada setiap cobaan dan kesedihan yang Nabi Muhammad terima, ia akan terima dengan segala bentuk asal terhindar dari murka-Nya. Peringatan Isra Miraj kembali penting kita refleksikan atas peristiwa yang terjadi belakangan ini. Cobaan sampai peristiwa yang tidak mengenakkan, barangkali, terasa berat pada 3 bulan pertama tahun ini. Ada yang bisa selesai atau terlewat begitu saja.Pada momen peringatan Ira Miraj kali ini, kami ingin mengajak Kompasianer untuk berbagi kisah atau cerita mungkin atas masalah yang awalnya tidak terbayangkan --bahkan berat-- tapi bisa selesai. Silakan tulis topik berikut dengan menambahkan label Refleksi Isra Miraj (menggunakan spasi) pada setiap konten yang dibuat.

HARI DONGENG SEDUNIA

HARI DONGENG SEDUNIA

Kompasianer, apakah Anda orangtua yang gemar memperdengarkan dongeng sebelum tidur kepada anak? Atau bisa jadi, justru Anda lah yang memiliki memori didongengkan oleh orang terkasih? Kangen nggak sih? Akivitas mendongeng sebenarnya sangatlah lekat dengan budaya kita. Leluhur kita memanfaatkan dongeng sebagai medium untuk menyampaikan sejarah lisan dan nilai budi pekerti. Di Hari Dongeng Sedunia ini mari berbicara tentang budaya mendongeng kita. Mungkin Anda punya pengalaman, opini atau malah mau menulis dongeng di Kompasiana yang kemudian Anda bacakan untuk anak? Yuk berkontribusi ciptakan kisah dongeng berkualitas untuk anak-anak! Silakan tulis di Kompasiana dan berikan label Hari Dongeng 2020 (menggunakan spasi) pada setiap konten yang Anda buat.

BERJUANG MELAWAN CORONA

BERJUANG MELAWAN CORONA

Kepala BNPB Doni Monardo menyebutkan bahwa status darurat bencana masih akan berlangsung sampai 29 Mei 2020.  Sayangnya, tidak semua profesi dapat melakukan pekerjaannya di rumah. Masih banyak bidang pekerjaan yang memerlukan kehadiran fisik. Kondisi ini terutama dialami oleh para pekerja yang melayani kebutuhan publik, antara lain tenaga medis, penyedia logistik, transportasi, pertahanan-keamanan, dan pekerjaan lain yang membutuhkan tatap muka. Sebagai bentuk rasa empati dan apresiasi kepada mereka, mari ceritakan kisah para pekerja yang mungkin lebih berisiko terpapar virus demi membuat hidup orang lain terasa lebih nyaman. Sematkan label Berjuang Melawan Corona (menggunakan spasi) pada setiap konten yang dibuat.