Mohon tunggu...
Murni KemalaDewi
Murni KemalaDewi Mohon Tunggu... Novelis - Lazy Writer

Looking for place to write

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana Pilihan

Pemberontakan Cinderela

23 Mei 2019   08:21 Diperbarui: 23 Mei 2019   08:26 164
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Novel. Sumber ilustrasi: PEXELS/Fotografierende

"Cara  itu berbahaya. Jika media sampai tahu, bisa terjadi skandal memalukan."

Erick mengangguk,

"Benar. Kemudian Tuanku Yang Mulia akan menggantung kita berdua. Ups.. salah! Aku ralat. Maksudku adalah Yang Mulia hanya akan menggantungku dan melepaskanmu untuk meneruskan tahta"

"Aku rasa aku lebih memilih digantung bersamamu dari pada dicekik pelan-pelan" jawab Ivan tersenyum pada Erick.

Mereka berdua tertawa kecil.

Tiba-tiba terdengar suara ketukan di pintu.

"Masuk" perintah Ivan menatap pintu.

Harun lalu masuk dan memberi hormat pada Ivan dan Erick,

"Maafkan kalau saya mengganggu, Yang Mulia Pangeran" kata Harun.

"Ada apa Pak Harun?"

Harun mendekati Ivan dan menyerahkan sebuah map. Ivan menerima map itu dan membaca isinya.

HALAMAN :
Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun