Mohon tunggu...
Ali Musri Syam
Ali Musri Syam Mohon Tunggu... Belajar Menulis

Pekerja, peduli dan tertarik dunia olahraga khususnya sepakbola, dunia satra, dan sosial politik. Karena Menulis adalah cara paripurna mengeja zaman, menulis adalah jalan setapak menjejalkan dan menjejakkan kaki dalam rautan sejarah, menulis menisbahkan diri bagi peradaban dan keberadaban. (Bulukumba, Makassar, Balikpapan, Penajam Paser Utara) https://www.facebook.com/alimusrisyam https://www.instagram.com/alimusrisyam/

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Episode Baru

23 Mei 2021   23:00 Diperbarui: 23 Mei 2021   23:36 176 46 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Puisi | Episode Baru
Ilustrasi puisi episode baru (Dokpri @AMS99)

Episode Baru

Lelaki meninggalkan jejak-jejaknya
Di tanah-tanah basah, di rimbun semak-semak belukar
Ke penghujung rindu ia akan berhenti
Lalu menghitung segala prasangka dalam derap sepi
Berdiam dalam semadi

Perempuan mengirim isyaratnya
Pada angin, pada udara yang meraba
Dilingkarkan senyumannya pada syahdu sinar rembulan
Bias pancarannya memenuhi segala ruang
Yang nampak, dan yang maya

Pemberhentian waktu mewujud episode baru
Pertemuan rahasia
Tak ada ragu
Segalanya menjadi nyata
Dan mereka bermufakat: cinta telah sempurna mengeja

Tenggarong, 21 Mei 2021
Ali Musri Syam Puang Antong

*Baca Juga Puisi Lainnya: 

Puisi Sebelumnya: Malam di Kota Raja. https://www.kompasiana.com/alimusrisyam/60a9c1cad541df24954212c2/malam-di-kota-raja

Puisi Pilihan Lainnya: Buku, Nasibmu kini. https://www.kompasiana.com/alimusrisyam/60a158238ede4868fb699532/puisi-buku-nasibmu-kini

VIDEO PILIHAN