Mohon tunggu...
Ali Musri Syam
Ali Musri Syam Mohon Tunggu... Sekretaris - Belajar Menulis

Pekerja, menyukai sastra khususnya puisi, olahraga khususnya sepakbola, sosial politik. Karena Menulis adalah cara paripurna mengeja zaman, menulis adalah jalan setapak menjejalkan dan menjejakkan kaki dalam rautan sejarah, menulis menisbahkan diri bagi peradaban dan keberadaban. (Bulukumba, Makassar, Balikpapan, Penajam Paser Utara) https://www.facebook.com/alimusrisyam https://www.instagram.com/alimusrisyam/

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi: Filosofi Rindu

13 September 2022   22:22 Diperbarui: 13 September 2022   22:28 493 89 17
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi Filosofi Rindu/ Dokpri @ams99 By. TextArt

Puisi : Filosofi Rindu

Rindu adalah candu yang tak pernah merapuh, menghipnotis rasa, kokoh terhadap segala musim, bahkan pancaroba sekalipun

Rindu akan tiba pada penghujungnya, namun tak pernah menetap, sebab ia akan pergi

lalu kembali ke pemiliknya

Rindu adalah gemuruh langit, mencipta pekat awan-awan, sebab menyaksikan semesta sedang galau dalam panjang kemarau

Rindu seperti embun, mewakafkan dirinya merayap keatas pohon, kedahan-dahan, keranting-ranting hingga ke pucuk-pucuk daun, hanya untuk meluruh tersapu angin atau tersengat hangat mentari

Rindu tak pernah ragu meski ia dipersimpangan, sebab ia tahu kemana akan menuju, adalah ke titian paling purna.

Rindu adalah molekul paling rahasia, Sebab ia berada di kedalaman rasa paling palung, wujudnya mendebarkan, sekaligus menenangkan.

Rindu adalah kehendak paling purba, bahkan ia lahir sebelum cinta, dan akan lenyap seiring nafas paling akhir dari setiap makhluk bernyawa.

Rindu akan mencari jalan menemui muaranya, meski isyarat tak berpihak, namun ia akan tetap teguh dan menyusuri segala jalan menujunya, sebab di sana bermukim sebuah harapan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan