Selamet HARIADI
Selamet HARIADI wiraswasta

HARIADI - Domisili Jawa Timur. Manusia yang ingin SELALU menulis segala sesuatu yang BERMANFAAT. \r\n\r\nReseacher-ONLINE Marketing STRATEGIST.\r\n \r\nSuka Mencari Hal baru serta Sharing segala yang BERMANFA'AT.\r\n\r\nMari Bersahabat! \r\nFollow @seHARIADI di Twitter.\r\n\r\nWeblog: www.SelametHariadi.com

Selanjutnya

Tutup

Cerita Ramlan

Mitos Puasa Setengah Hari di Kalimantan

2 Juni 2018   09:40 Diperbarui: 2 Juni 2018   10:23 943 4 4
Mitos Puasa Setengah Hari di Kalimantan
Ilustrasi (dok.pixabay)

Puasa Setengah Hari Saja... Sah kok...!

Hah....!!!

Puasa setengah hari adalah puasa yang dilakukan tidak penuh selama sehari. Biasanya hanya sampai siang hari atau dhuhur makan lalu dilanjutkan puasa lagi. Puasa setengah hari biasanya hanya dijalani oleh anak-anak sebagai pembelajaran.

Saya ketika berbincang dengan rekan saya Amrullah dari Pontianak, ada mitos Puasa Setengah hari di Kalimantan. Namun sebenarnya tak hanya di kalimantan, tapi bisa juga daerah lainnya. Ketika berpuasa ada dengan setengah hari dan menurutnya itu sah, maka perlu dikaji lebih mendalam. Mitos yang menganggap puasa setengah hari sah belum tentu dibenarkan.


Merunut rukun puasa adalah menahan diri dari berbagai pembatal puasa dimulai dari terbitnya fajar shodiq yang ditandai masuknya shubuh hingga terbenamnya matahari atau masuknya waktu maghrib. Berdasar ayat yang populer saat bulan puasa, Surat Al Baqarah ayat 187; "Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam."

Nah, merujuk pada rukun puasa tersebut bahwa puasa setengah hari adalah tak masuk dengan rukun puasa. Jadi mitos yang menganggap puasa setengah hari itu puasanya sah tak sesuai rukun tersebut. Seperti kita perhatikan di atas tadi, bahwa puasa adalah mulai masuk waktu shubuh dengan maghrib.

Puasa setengah hari adalah pendidikan puasa untuk anak-anak. Dimana anak-anak mulai dibiasakan untuk mampu berpuasa perlahan-lahan. Bisa jadi seperempat hari, yakni mulai shubuh hingga pagi waktu dhuha. Pun juga dengan setengah hari waktu shubuh sampai waktu siang hari.

Namun pembelajaran puasa tersebut jika tak dijelaskan rukun puasa yang benar maka puasa setengah hari bisa jadi pembenaran untuk dilakukan hingga telah mampu saat dewasa. Oleh karenanya, puasa setengah hari adalah mitos yang perlu dibenarkan bagi yang telah mampu puasa penuh maka segeralah dilakukan. Semangat berpuasa, semoga kita dimampukan puasa penuh selama bulan Ramadan ini. [SH]

Bacaan BERMANFAAT lainnya: