Selamet HARIADI
Selamet HARIADI wiraswasta

HARIADI - Domisili Jawa Timur. Manusia yang ingin SELALU menulis segala sesuatu yang BERMANFAAT. \r\n\r\nReseacher-ONLINE Marketing STRATEGIST.\r\n \r\nSuka Mencari Hal baru serta Sharing segala yang BERMANFA'AT.\r\n\r\nMari Bersahabat! \r\nFollow @seHARIADI di Twitter.\r\n\r\nWeblog: www.SelametHariadi.com

Selanjutnya

Tutup

Ceritaramlan Pilihan

Pentingnya Target Ramadan yang Jelas dan Terukur

16 Mei 2018   16:28 Diperbarui: 16 Mei 2018   16:41 837 4 1
Pentingnya Target Ramadan yang Jelas dan Terukur
Ilustrasi (dok.pixabay)

Sudah Punya Target Ramadan? Apakah target ramadanmu tahun ini sama dengan tahun kemarin? Atau target Ramadan tahun ini hanya meneruskan yang belum dari sebelumnya?

Gegap gempita Ramadan telah terasa. Jagat media sosial pun cukup lama trending dengan 1 ramadan akan hadir pada Kamis 17 Mei 2018 sesuai sidang Isbat yang dilakukan pemerintah. Liburan awal puasa untuk anak Sekolah pun ada yang diharapkan sebagai pendidikan menyiapkan awal puasa.

Berbagai Tradisi persiapan menyambut awal Ramadan pun terlaksana di berbagai tempat. Lalu, apakah diri kita akan melalui Ramadan tahun ini dengan biasa-biasa saja? Layaklah setiap Muslim yang menjalankan Puasa di bulan Ramadan memiliki Target Ramadan.

Ilustrasi (dok.pixabay)
Ilustrasi (dok.pixabay)
Pentingkah Target Ramadan yang Jelas dan Terukur?

Target adalah hal penting dalam hidup ini. Setiap orang butuh target agar hidupnya terarah dan jelas apa yang ingin dicapai dalam hidupnya. Bahkan ada yang buat resolusi tiap tahun untuk diwujudkan. Tentunya dengan adanya resolusi yang berisi target yang ingin dicapai di tahun baru lebih baik dari tahun sebelumnya.

Lalu, Pentingkah Target Ramadan? Ya, tentu target Ramadan adalah sebuah keniscayaan yang penting. Apakah tiap Ramadan kita selalu melewati dengan cara yang sama? Maka anda perlu menyimak apa kata Albert Einstein. "Kegilaan: adalah melakukan sesuatu dengan cara sama berulang-ulang dan mengharapkan hasil berbeda".

Kata Albert Einstein (dok.solarloan)
Kata Albert Einstein (dok.solarloan)
Bahkan di agama pun dianjurkan untuk selalu lebih baik. Oleh karenanya perlu hal yang berbeda untuk selalu meningkatkan kualitas diri. Ramadan tahun ini perlu punya niat untuk bisa dilalui dengan peningkatan kualitas diri, baik lahir maupun batin.

Perlukah target yang Jelas dan Terukur? Ya, target perlu yang jelas dan juga terukur. Jika kita bekerja di perusahaan dengan tingkat pengembangan yang jelas dan terukur, lalu bagaimana dengan hidup kita? Diri kita juga perlu diberi target diri yang jelas dan terukur untuk bisa dicapai di bulan Ramadan.

Target Ramadan yang jelas dan terukur sebenarnya membantu kita jelas pula untuk bisa mencapainya. Hal ini karena kita biasanya mudah menangkap sesuatu yang yang jelas dan terukur. Seperti minum 8 gelas per hari, maka takaran jelasnya sudah jelas sebagai target.

Target seperti "Ramadan tahun ini akan lebih baik daripada sebelumnya". Target seperti ini memang baik, namun terkesan terlalu umum. Target yang terlalu umum ini kurang jelas factor berhasil atau gagalnya. Pun juga kurang memiliki daya dorong. Lalu apa target ramadanmu?

Ilustrasi Kaizen (dok.pixabay)
Ilustrasi Kaizen (dok.pixabay)
Sedikit yang Berdampak

Target-target Ramadhan tahun ini yang jelas dan terukur, sebaiknya dipilih target yang memang penting untuk diwujudkan. Dengan kata lain cukup sedikit target namun memiliki dampak bagi kehidupan diri maupun sosial. Ini tentu akan menjadikan kita lebih baik, meski mungkin sedikit. Namun yang sedikit lebih baik.

Oleh karenanya, Target Ramadan sebaiknya yang sedikit namun memiliki dampak. Secara garis besar target mengacu pada target lahir dan bathin. Atau umumnya adalah target menyisipkan target ibadah di sela-sela aktivitas kita sehari-hari.

Target khatam membaca Al-Qur'an 30 Juz dalam bulan Ramadan adalah salah satu target yang jelas dan terukur bisa tuntas dalam waktu satu bulan. Perlu niat yang kuat agar target ini bisa tercapai. Bila target ini tercapai maka target ini akan berdampak pada upada untuk ibadah lebih baik dengan mendekati al-Qur'an.

Menyisipkan 1 juz tiap hari adalah target realistis harian. Layaknya kaidah Kaizen, yang awalnya dikembangkan oleh Dr. W. Edward Deming kemudian dikenalkan oleh Masaaki Imai pada 1986. Kaizen adalah filosofi perubahan yang berkesinambungan.

Dalam Bahasa Jepang, Kai artinya perubahan dan Zen artinya baik. Kaizen menitikkan pada perubahannya yang tak ekstrim melakinkan berkesinambungan sedikit demi sedikit. Pun juga dengan khatam 1 juz per hari adalah upaya Kaizen.

Upaya ini bisa semakin mudah dengan dibagi per waktu, pagi setengah juz dan malam setengah juz atau sesuai dengan target untuk mengurangi aktivitas tak perlu dengan aktivitas target Ramadan ini. Pun juga untuk contoh target lainnya adalah dengan menulis 32 tulisan selama Ramadan hingga Hari Raya, seperti yang dilakukan Kompasiana melalui program Tebar Hikmah Ramadan.

Ini adalah salah satu contoh target Ramadan yang jelas, terukur dan bisa berdampak. Jika 1 target ini tercapai tentu akan memiliki dampak yang lebih baik bagi yang menjalaninya. Maka, mari buat target di bulan puasa Ramadan kita! [SH]

Bacaan BERMANFAAT lainnya: