Mohon tunggu...
Ali Musri Syam
Ali Musri Syam Mohon Tunggu... Sekretaris - Belajar Menulis

Pekerja, menyukai sastra khususnya puisi, olahraga khususnya sepakbola, sosial politik. Karena Menulis adalah cara paripurna mengeja zaman, menulis adalah jalan setapak menjejalkan dan menjejakkan kaki dalam rautan sejarah, menulis menisbahkan diri bagi peradaban dan keberadaban. (Bulukumba, Makassar, Balikpapan, Penajam Paser Utara) https://www.facebook.com/alimusrisyam https://www.instagram.com/alimusrisyam/

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Dua Sejoli, Tjiptadinata dan Roselina

7 Januari 2021   13:02 Diperbarui: 7 Januari 2021   13:37 210
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Dua Sejoli; Tjiptadinata dan Roselina

Kembara telah terekam sekian puluh ribu
Bersamamu kekasihku
Tak terhitung jumlah hari, jam, menit apalagi detik
Waktu telah gugur di perjalanan ini

Ratusan purnama menjejakkan sinarnya
Menyinari malam - malam kita penuh romansa
Entah kita bersua
Entah kita berpisah raga

Aneka rasa telah kita gagahi bersama;
Senang - susah
Gembira - sedih
Silih berganti mengitari jiwa

Sudah cukup membuncah kepahitan
Tak terhitung dera derita
Mengadar melewati masa - masa
Setia kita berkekalan

Tak sedikit pun ku temui
Kalimat mengeluh di bibirmu
Sepanjang hayat ini
Hanya senyum manis menghias wajahmu

Aku padamu
Adalah manifestasi cinta tak berujung
Tercipta hulu, hilirnya tak nampak
Sebab cintaku padamu adalah hakikat

Takdir Tuhan mempertemukan kita
Menjelma dua sejoli dalam cinta abadi
Dunia menuntun kita menjelajah
Mengumpulkan pundi-pundi amal

Segala yang telah ada dan akan ada
Kita syukuri dalam hikmat
Pengabdian Pada Tuhan, Manusia dan alam
Adalah petualangan kita meraih surga

Penajam Paser Utara, 7 Januari 2020
Ali Musri Syam Puang Antong

* Puisi Persembahan Ulang Tahun Sepasang Kekasih Yang Menjadi Inspirasi Kita Bersama: Bapak Tjiptadinata Effendi dan Ibu Roselina Effendi,
Puisi ini diciptakan dengan sudut pandang ke dua sejoli abadi ini, berdasarkan hasil imajinasi penulis dalam berbagai tulisan keduanya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun