Mohon tunggu...
Risky HidayatSiregar
Risky HidayatSiregar Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Jangan lihat siapa yang mengatakan, lihat apa yang dikatakan

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Perempuan yang Memeluk Buku

30 Juli 2022   23:24 Diperbarui: 30 Juli 2022   23:33 348
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

"Ayahmu tidak salah, memang belajar di luar negeri sana bakal lebih bagus, kau akan bertemu dengan orang yang hebat, jenius" aku menjawab tenang.

"Tapi aku tidak lagi melihatmu, aku tidak bisa menasihatimu lagi" aku tertawa pelan mendengarkan ucapannya barusan.

"Sekarang sudah canggih, bisa telpon, handphonemu juga pasti lebih bagus dariku"

Entah kenapa dia mengatakannya sekarang, lihatlah matahari sedang cantik-cantiknya, Mentari senja menyentuh wajahku, angin sore menggelitik rambutku. Indah.

"Berarti kamu mengiyakan tawaranku?" wajahnya tiba tiba kembali ceria.

 Aku mengerti maksudnya, disaat aku mengatakan bisa telponan, tandanya aku bersedia menjadi pacarnya.

"Ya" jawabku pendek.

"Hahahahaha, terimakasih"

Setelah ucapannya itu, kami berdua diam sibuk menikmati senja saat itu, indah sekali melihat dari atas sini.

Sepuluh menit menikmati pemandangan, dia memecah lamunanku.

 "Tenang saja, walau aku tidak berada disisimu untuk menemanimu, aku akan selalu ada di setiap keluh kesahmu" jawabnya manis.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun