Mohon tunggu...
Ari Budiyanti
Ari Budiyanti Mohon Tunggu... Guru - Guru

Mulai menulis di Kompasiana pada 1 Desember 2018. Sebentar lagi memasuki perayaan tahun ketiga saya di sini tepatnya pada 1 Desember 2021. Semoga bisa mencapai 2.000 karya tulisan di Kompasiana tahun ini. Sekarang sudah mencapai lebih 1.830 tulisan, sampai 10 November 2021, berarti masih kurang sekitar 170 tulisan. Doakan bisa mencapainya ya, para sahabat kompasianer dan pembaca sekalian. Terima kasih untuk doa dan dukungannya.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Sebuah Kata Perpisahan (Selamat Tinggal)

30 Juni 2020   19:50 Diperbarui: 30 Juni 2020   20:57 381 51 13
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Ternyata tak mudah menanggalkan luka
Yang telah terlanjur membarut dalam hati
Mengoyakkan rasa nyaman yang selama ini ada
Membuyarkan segala kedamaian nurani

Lantunan doa telah ternaikkan
Segala usaha ditempuh untuk melupakan
Namun mengapa tajamnya cengkraman
Membuat gelora luka terus membeban

Aku tahu ini hanya sebuah siksaan yang kubuat pada diri
Ketika tak mudah sekedar menghentikan ingatan
Pada sisa dan bekas luka yang tersembunyi
Masih teronggok manis di ruang pikiran

Tak bisa lagi tentram hati menghadapi kenyataan
Melihat hadirnya selalu di hadapan
Membuat mata terus ingin memberi tatapan
Pada sebuah kemuraman yang tergores menjadi pahitnya kenangan

Dengan puisi ini aku ingin pergi
Melarikan diri dari serangan rasa benci
Untuk sementara ataukah selamanya
Sungguh tak bisa kutakar dalam rencana

Aku memilih pergi saat ini
Memberi sedikit ruang untuk menyepi
Dari gempuran amarah nurani
Yang belum terlepas dari hangatnya rasa nyeri

Ini mungkin bukan sebuah kekalnya perpisahan
Ini mungkin hanya sebuah ungkapan kesementaraan
Tapi ini pula bisa sebuah keabadian
Kutunggu apa kata hatiku di persimpangan pergumulan

...

Note: Pada Frasa "Amarah Nurani " yang dimaksudkan adalah amarah yang menghujam hati. 

...

Written by Ari Budiyanti
#PuisiHatiAriBudiyanti
30 Juni 2020

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan