Mohon tunggu...
Ali Musri Syam
Ali Musri Syam Mohon Tunggu... Sekretaris - Belajar Menulis

Pekerja, menyukai sastra khususnya puisi, olahraga khususnya sepakbola, sosial politik. Karena Menulis adalah cara paripurna mengeja zaman, menulis adalah jalan setapak menjejalkan dan menjejakkan kaki dalam rautan sejarah, menulis menisbahkan diri bagi peradaban dan keberadaban. (Bulukumba, Makassar, Balikpapan, Penajam Paser Utara) https://www.facebook.com/alimusrisyam https://www.instagram.com/alimusrisyam/

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi: Tak Lagi Puisi

1 Februari 2024   05:45 Diperbarui: 1 Februari 2024   05:46 470
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Tak Lagi Puisi/ Dokpri @ams99 by. TextArt

Tak Lagi Puisi

Kali ini Aku sedang membuat puisi
Untukmu yang senantiasa datang dan pergi
Tanpa pernah izin dan permisi

Baca juga: Puisi: Gerun

Puisi ini Kutulis dengan hanya sedikit tinta
Namun penuh cinta
dan mengundang air mata

Bagaimana tidak!
Ketika Kutulis puisi ini
Kau telah pergi
Sedang kedatanganmu baru saja

Puisiku terserak dari bening air mata
yang Kau luruhkan begitu saja
dengan datangmu tanpa sengaja
dan pergimu yang seenaknya

Puisiku memanggil doa-doa
dari malam yang terjaga
dari siang yang menaja
tanpa kenal muara

Puisiku tak lagi kanuragan
Memanggilmu pulang
Sebab rohnya telah hilang
Bersama pergimu tanpa pesan

Penajam Paser Utara, 22 Januari 2024
Ali Musri Syam Puang Antong

Baca juga: Puisi: Anomali Pagi

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun