Mohon tunggu...
zaldy chan
zaldy chan Mohon Tunggu... ASN (Apapun Sing penting Nulis)

cintaku tersisa sedikit. tapi cukup untuk seumur hidupmu

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi: Cerita Bapak

9 Januari 2021   17:18 Diperbarui: 10 Januari 2021   08:51 180 34 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Puisi: Cerita Bapak
Ilustrasi Bapak dan Anak (Sumber gambar: pixabay.com)

Bapak dilahirkan saat perang. Sejak aku bisa bicara, bapak suka bercerita.

"Kau tahu? Perang itu serba susah. Keluar rumah hanya boleh pagi. Ada atau tak ada rezeki, sore harus kembali. Makanya, orang dulu hanya makan satu kali sehari."

Bapak melirik ibu
Ibu memeluk adikku
Adikku menatapku
Akupun menyerahkan piring berisi nasiku

Bapak dilahirkan saat perang. Saat aku sekolah, bapak masih sering berkisah.

"Kau beruntung! Dulu, aku belajar pakai batu. Ditulis, diingat dan segera dihapus. Bersekolah itu artinya berguru. Tak sempat memikirkan baju atau buku. Apalagi sepatu?"

Bapak tersenyum pada ibu
Ibu mengusap kepala adikku
Adikku memegang sepatu baru
Akupun tahu harus menunggu

Bapak dilahirkan saat perang. Aku beranjak remaja, bapak mengajakku menanti senja. Bercerita.

"Aku beruntung! Senja banyak menyimpan rahasia. Dulu, senja adalah waktu untuk bekerja. Menjadi mata-mata, mencuri senjata atau memulai gerilya. Tubuhku penuh bekas luka, tapi tak berujung kehilangan nyawa."

Bapak tersenyum ragu
Ibu duduk di hadapan adikku
Adikku tidur tenang di dekat pintu
Aku tahu, tubuh itu semakin kaku

Bapak dilahirkan saat perang. Sekarang berdiam tenang dalam kenangan.

"Kau harus tahu. Bapakmu pejuang, Nak!"

Ibu menatap susunan batu
Aku memeluk ibu
Langit pun membisu

Curup, 09.01.2021
zaldychan

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x