Mohon tunggu...
Muhammad Yusuf Ismail
Muhammad Yusuf Ismail Mohon Tunggu... Foto/Videografer - Sosialisator Penggerak Literasi Nasional 2022

Menulis itu ibarat makanan yang terserap dalam tubuh dan menjadi energi yang dahsyat dalam bertindak, Jangan ragu-ragu untuk memberikan yang terbaik. __Tulisan mempunyai hak cipta__ Contact : 085362197826 FB : Muhammad Yusuf Ismail Ar-Rasyidi Tweeter : @ismayusuf Email : Ismailyusuf8@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Duka Lara Perantauan

17 November 2022   13:04 Diperbarui: 17 November 2022   13:06 74
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Beribu cerita di tanah perantauan
Suka duka dalam dekapan
Menjerit hati ingin berontak
Karena jiwa semakin rapuh saja.

Tak punya sanak, juga saudara
Sebatang kara jadi hiasan
Makan malam terkadang sulit
Harus mengulit dimana saja.

Sedih hati, menjadi-jadi
Runtuh diri jadi abu
Biarkan berkelip saja
Ditiup badai tunggu ajal.

Hargai orang selagi masih ada
Jangan berpora di dalam duka
Sungguh hidup adalah cobaan
Hingga buih tak lagi terbawa.

Muhammad Yusuf Ismail
Kuala Batee, 17/11/2022

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun