Mohon tunggu...
Prasetya Marisa
Prasetya Marisa Mohon Tunggu... Wiraswasta - Pekerja , Pembelajar, dan Penulis Buku Diari.

Mencintai apa yang bisa dicintai. Hidup untuk masa lalu, masa kini, dan masa depan. Tidak memiliki apapun termasuk diri sendiri. Mengejar kesempurnaan walau tak pernah sempurna. Selalu ada cela. Noda.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Pecandu Duka dan Lara

14 Maret 2024   15:02 Diperbarui: 14 Maret 2024   15:07 50
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Duka dan Lara adalah aku yang mengadu,
kepada engkau, si pemberi puisi berpadu.
Seringkali ku eja katamu saling beradu,
yang kau tulis seraya tertawa merindu.

Duka dan Lara adalah nyanyian tak berlagu,
yang terkadang membikin candu.
Rela aku menangis tergugu-gugu,
demi menantang sedih sewindu.

Duka dan lara adalah komoditas perah,
yang kadang memancing amarah.
Sudah terlalu lama mereka didesah,
tapi kau menjadikan mereka berkisah-kisah.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun