Mohon tunggu...
sefiaage
sefiaage Mohon Tunggu... Lainnya - Blog

...

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana

Aku Layak

24 Februari 2021   19:46 Diperbarui: 24 Februari 2021   20:06 369
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Novel. Sumber ilustrasi: PEXELS/Fotografierende

"di buku-bukumu juga tidak ada yang terselip apapun Sha. Kita lanjut cari nanti pulang sekolah ya Sha, jam istirahat tidak lama lagi kita makan dulu kamu dari pagi belum makan apapun kan? Tapi kamu terus-menerus didatangi dengan kepanikan."

Kita pun melanjutkan pembelajaran lagi setelah selesai makan. Selama jam pelajaran hari ini aku tidak bisa tenang dan tidak fokus pada pembelajaran. Aku hanya melamun dan mengingat-ngingat apa saja yang terjadi dari tadi malam setelah aku menerima uang dari ibuku untuk membayar sekolahku bulan ini sampai aku masuk kelas dan meletakkan jaketku di atas tas gendongku di samping kursi.

Jam pelajaran hari inipun berakhir. Aku dan Selfhy membereskan barang-barang kami masing-masing, aku sambil terus melihat-lihat sekitar tempat duduk aku dan Selfhy siapa tahu ternyata amplop uang sekolah itu ada terjatuh di sekitar tempat duduk kami.

"Sha aku temani kamu ya mencari amplop uang sekolahmu itu, boleh kan?" Selfhy menawarkan kebaikannya menolongku.

"tapi Sel jika kamu menemani aku dulu kamu akan pulang sore nanti. Sekarang saja sudah pukul 14.45." jawabku karena merasa tidak enak jika jadi merepotkan Selfhy.

"tidak apa-apa Sha, aku justru akan khawatir jika kamu mencarinya sendirian."

Selfhy memang teman terbaikku dari awal masuk sekolah, kepeduliannya padaku sungguh tulus dan ia tidak pernah membicarakan soal fisik.

"yasudah Sel terimakasih banyak sebelumnya maaf ya merepotkanmu. Aku juga memang takut ibuku akan marah padaku jika tahu uang untuk bayar sekolah hilang. Tambah lagi tadi pagi aku telah membuat masalah yang ditak ringan." Kataku sambil sedikit mencurahkan sedikit isi hatiku pada Selfhy.

Tengah kita sedang mencari di lingkungan sekolah yang aku lewati, aku teringat saat aku turun dari kendaraan umum di pinggir jalan dan mengambil uang ongkos di saku rok dengan terburu-buru aku mengibaskan jaketku yang menghalangi lubang saku rok ku. Dan di saku jaket sisi itulah aku menyimpan amplop uang sekolahku. Bisa jadi amplop tersebut terjatuh saat jaketnya aku kibaskan dengang buru-buru.

"yasudah Sha ayo kita segera ke jalan tempat kamu turun dari angkutan umum tadi pagi." Kata Selfhy mengajakku segera kesana.

Sesampainya pinggir jalan aku turun dan mengeluarkan uang untuk membayar ongkos kami tidak menemukan apapun disana. Kami bertanya pada orang-orang sekitar mereka tidak mengetahui dan tidak begitu memperhatikan ada atau tidaknya sebuah amplop yang terjatuh disana. Karena sudah semakin sore kamipun pulang.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10
  11. 11
  12. 12
  13. 13
Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun