Mohon tunggu...
Novi Saptina
Novi Saptina Mohon Tunggu... Guru - Guru berprestasi di bidang bahasa dan menaruh perhatian pada kajian sosial dan budaya

Penulis adalah guru. Dalam bidang seni, dia juga menulis skenario drama musikal dan anggota paduan suara. Penulis juga sebagai pengurus lingkungan sekolah. Pada jurnalistik, penulis adalah alumni Akademi Pers dan Wartawan dan turut berpartisipasi sebagai kolumnis koran hingga saat ini

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Kartini Masa Kini: Membuka Sejarah Sosial Indonesia

17 April 2016   10:08 Diperbarui: 17 April 2016   10:15 117
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

[caption caption="Pakaian adat dari Makassar. Sebuah alternatif pilihan untuk memperingati Hari Kartini tahun ini. | Dokpri"][/caption]Bulan April sudah tiba, salon-salon sudah mulai banyak memasang spanduk menyewakan pakaian adat serta meriasnya. Bagaimanapun hal ini juga menggembirakan karena masyarakat telah dibudayakan untuk membanggakan dengan keIndonesiaannya yaitu mencintai pakaian adatnya. Ny Iriana Jokowi juga dalam kesempatan menganjurkan agar ibu- ibu pejabat membiasakan diri untuk mengenakan baju adat agar kecintaan ini ditiru semua wanita.

Hal ini menggembirakan karena tampilan luar dari KeIndonesiaan sudah akan tampak. Sesudah itu akan bisa diisi jiwa nasional nya.

 

Sejarah Pergerakan

Menilik kegembiraan ini wanita bisa memulai dengan mempelajari lembaran-lembaran sejarah pergerakan wanita di Indonesia. Dengan mempelajari sejarahnya maka bobot pemikiran keIndonesiaannya akan sangat bagus.

Cut Nya'Dien, Nyi Ageng Serang, Dewi Sartika, adalah wanita-wanita yang mewarnai sejarah, kiprahnya bisa didalami dalam pembacaan sejarahnya. Yang penting lagi adalah pemikirannya, cita-citanya, ini yang akan sangat menentukan produk dari wanita.

Cut Nya' Dien adalah wanita Aceh, berjuang mengikuti jejek suaminya, keberaniannya mengagumkan. Beliau konsisten dengan perjuangan besar membebaskan dari cengkeraman kolonial, meskipun akhirnya mengalami kegagalan namun perjuangan yang indah itu dikenang oleh kawan dan lawannya. Penjemputan dari tentara Belanda mengiringinya dengan amat sopan dan elegan, seperti mahasiswa yg menjemput Profesornya untuk memberikan perkuliahan. Sangat anggun sekali, karena kewibawaan besar yg berasal dari dalam. Nyi Ageng Serang, wanita berkuda yang hebat. Nyi Ageng Serang adalah tipikal perempuan pejuang dan pertapa yang begitu dihormati oleh pengikut pangeran Diponegoro. Dewi Sartika wanita organisatoris yang pandai. Nyi Achmad Dahlan, wanita tegar yang mendirikan organisasi wanita Muhammadiyah, agar bisa bersama laki-laki berjuang bersama memajukan bangsa.

Penulis barat selalu menuliskan bahwa kekuatan perempuan Raden Ayu adalah suatu kekuatan yang muncul dari dalam istana. Adalah fenomena tersendiri yang memerlukan kemampuan tersendiri untuk diteliti lebih dalam. Banyak kemungkinan karena lingkungan istana dan priyayi mempunyai hubungan yang baik dengan pemerintah yang bisa dimanfaatkan dalam pendidikan atau organisasi

Dalam tarian Matahati, digambarkan para wanita prajurit dengan kuda dan memegang senjata. Hal ini menggambarkan bahwa para wanita juga bergerak dalam perjuangan melawan kolonial; dorongan kebangsaan  yang sangat kuat. Meskipun itu diciptakan secara kondisional pada waktu itu, dimana semua elemen pemuda bergerak untuk kemerdekaan bangsanya. Namun, keberanian untuk mendobrak dari sisi jendernya itu yang perlu dicermati oleh para pengkaji wanita.

Banyak peneliti barat yang mengupas isu wanita pada masa penjajahan yang tersembunyi namun bukan menjadi rahasia, yaitu para wanita yang menjadi Nyai , yaitu wanita yang diperlakukan secara terhormat oleh Belanda namun tidak mempunyai hak apapun termasuk pada anak yang dilahirkannya.

Suatu yang membuat keprihatinan dalam lembaran sejarah yang harus diterima oleh wanita Indonesia. Sejarah penjajahan memang menimbulkan kepahitan dalam banyak hal terutama pada wanita.Namun itulah pengorbanan dalam sejarah wanita yang tidak akan sia-sia.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun