Mohon tunggu...
SYAHIRUL ALEM
SYAHIRUL ALEM Mohon Tunggu... Pustakawan - Pustakawan

hobi Menulis dan Berkebun Profesi Pustakawan dan wirausaha

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Kartini Masa Kini dan Pioner Literasi

22 April 2024   11:21 Diperbarui: 22 April 2024   12:33 88
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

Wanita sukses bukan suatu hal yang aneh untuk saat ini, era keadilan dan kesetaraan gender baik dalam karir maupun juga dalam kehidupan keluarga. Kesuksesan seorang wanita bukan terlahir dari diri pribadi masing-masing namun melalui proses perjuangan dan pengorbanan salah satunya adalah sosok RA Kartini.

Di Perguruan Tinggi telah banyak menghasilkan para profesor perempuan, di parlemen juga banyak di jumpai para politisi perempuan, di dunia pendidikan dasar dan menengah guru perempuan juga makin dominan.

Indonesia juga pernah memiliki presiden perempuan yaitu Ibu Megawati Soekarno Putri. Adalah suatu kebanggaan bila kaum wanita mampu tampil di garda depan atau puncak tertinggi dalam kepemimpinan.

Namun ada satu hal yang perlu di garisbawahi bagaimana para wanita ini mampu menjadi pioner literasi bagi generasi saat ini dan di masa yang akan datang. Ketika indeks literasi sedang menurun drastis akibat merosotnya partisipasi & minat baca generasi saat ini. Merosotnya minat baca akan mempengaruhi wawasan lingkungan terutama perihal menata mindset kehidupan.

Watak & karakter kepribadian yang bermuara pada mindset seseorang itu terlahir dari budaya membaca. Seringkali peran wanita amat penting untuk menumbuhkan minat baca bagi anak-anaknya.

Kedekatan emosianal antara ibu dan anak akan mampu membangkitkan minat dan budaya membaca. Di tingkat pendidikan usia dini adalah awal anak-anak mengenal literasi baik dalam mengenal angka & huruf sambil bermain itulah jasa para Bunda PAUD sebagai sosok Kartini yang mempelopori anak-anak usia dini untuk berliterasi melalui interaksinya dengan alat permainan edukatif (APE).


Ketika bayi dalam kandungan, seorang ibu yang rajin berliterasi juga akan melahirkan sosok anak yang cerdas, rajin dan giat berliterasi. Bayi dalam kandungan akan merasakan detak jantung dan suara ibunya yang sedang membaca dan anak seperti ini akan mempunyai struktuk vocal bahasa yang sistematis sejak dini.

Begitu strategisnya peran wanitu yang diwakili oleh sosok ibu hamil sebagai kartini masa kini sekaligus Pioner Literasi bagi generasi yang akan lahir di dunia ini.

Sebagai upaya untuk meningkatkan kembali indeks literasi kuncinya adalah pada ibu hamil yang juga menyempatkan diri untuk sekedar aktif membaca. Minimal sambil istirahat adalah waktu yang pas untuk membaca bagi bayi dalam kandungan.

Gerakan membaca bagi kaum hawa dalam hal ini ibu hamil perlu diinisiasi oleh perpustakaan sebagai induk literasi bekerjasama dengan Posyandu.  Saat ibu hamil memeriksakan kandungannya bisa juga di beri sekedar bacaan untuk melatih bayi dikandungan mengenal bahasa sejak dari kandungan.

Program pemerintah yang berupaya untuk menurunkan angka stunting melalui kecukupan gizi antara ibu dan bayinya juga harus diselaraskan denagn program literasi ibu dan bayi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun