Mohon tunggu...
hendra setiawan
hendra setiawan Mohon Tunggu... Pembelajar Kehidupan. Penyuka Keindahan (Alam dan Ciptaan).

Merekam keindahan untuk kenangan. Menuliskan harapan buat warisan. Saya suka membaca, tetapi menulis jauh lebih punya makna. Sebab, karya itulah warisan yang sangat berharga kepada generasi nanti. VERBA VOLANT, SCRIPTA MANENT.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Hujan Sepagi Ini

30 Maret 2021   11:01 Diperbarui: 30 Maret 2021   11:01 89 12 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Hujan Sepagi Ini
Foto: dok. pribadi

Hujan Sepagi Ini

Langit masih gelap
Tapi kusudah terjaga
Tik tik tik, bunyi air hujan membasahi genting
Tak lama berselang

Air tercurah dari langit
Bak tumpah ruah membasahi bumi kembali
Padahal malam tadi
Masih kulihat bintang-bintang gemerlap
Memberi penerangan di langit malam
Sudah berhari-hari lamanya
Ia tiada tanda
Meredup tertelan oleh gugusan awan gelap yang timbul tenggelam

Hujan sepagi ini
Kembali membasahi tanah pekarangan
Sawah ladang lagi-lagi disirami oleh semesta
Tingkap langit masih penuh dengan cadangan air
Membasahi dan menggenangi antero pemukiman

Hujan sepagi ini
Membuat semilir angin dingin
Memberikan kesejukan
Pasca kehangatan suhu udara
yang terperangkap oleh gugusan awan tebal
yang menggantung di langit malam tadi

Hujan sepagi ini
Tentu tak bisa membuatku merasakan sapaan mentari
Yang setia datang menemani
Di ufuk timur ia menyapa

Hujan sepagi ini
Datanglah saja kalau itu maumu
api jangan lama-lama
Karena ada yang tak suka
Hadirmu membuat was-was dan cemas
Atap rumahnya masih bocor, kebanjiran
Jalanan becek dan mengganggu jam kerja orang lapangan
Termasuk para petani yang masih harus bersabar diri
Sebelum melakukan masa tanam tahun ini

Hujan sepagi ini
Terima kasih sudah membuatku  terjaga
Kurasakan kembali irama detak jantung
Pada pergerakan nafas hidup
di hari yang baru ini

30 Maret 2021

Hendra Setiawan

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x