Mohon tunggu...
Ari Budiyanti
Ari Budiyanti Mohon Tunggu... Guru - Guru yang suka berpuisi

Sudah menulis 2.321 artikel berbagai kategori (Fiksiana yang terbanyak) hingga 06-10-2022 dengan 1.763 highlight, 14 headline, dan 90.356 poin. Menulis di Kompasiana sejak 1 Desember 2018. (Masuk Kategori 20 Kompasianer Teraktif di Kaleidoskop Kompasiana selama 3 periode: 2019, 2020, dan 2021). Salam literasi

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Yang Tak Seharusnya Kutahu

26 Juli 2022   22:53 Diperbarui: 26 Juli 2022   23:02 94 18 4
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilustrasi puisi pixabay.com

Sakit
Pedih
Saat mulut terkatup
Tak membicarakannya
Seolah tiada relasi pernah terbina
Sungguh tak menyangka

Akhirnya kita pada titik itu
Saat seolah tak dianggap lagi
Bahkan sekedar berita tak diberikan

Menyedihkan
Menyakitkan
Iya mungkin itu seharusnya
Tak perlu kutahu
Karena selalu ada maksud Tuhan
Jika menutupinya dariku
Apa yang tak seharusnya kutahu

Mungkin memang itu terbaik untukku
Cara sederhana untuk melupakan
Segala relasi yang pernah terbina

Persahabatan itu
Mungkin telah usai
Bukan di kata perpisahan raga
Namun batin yang tak bisa menyatu
Karena beda membuat kita hanya saling menyakiti
Meski katamu tak begitu maksudnya

Salah paham lagi
Atau memang banyak hal yang tak perlu dimengerti
Agar perpisahan relasi itu lebih mudah
Karena satu alasan sederhana
Banyak hal yang tak seharusnya kutahu
Jangan memaksa

...
Written by Ari Budiyanti
#PuisiHatiAriBudiyanti
26 Juli 2022

30-2.250

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan