Mohon tunggu...
Ari Budiyanti
Ari Budiyanti Mohon Tunggu... Membaca, menulis, mendongeng, dan berkebun menjadi kegiatan-kegiatan menarik yang tak henti-hentinya mengisi hari-hari saya. Mari terus menginspirasi sesama dalam karya kita. Salam literasi.

Suka: membaca, mengoleksi buku, menanam bunga, menulis puisi dan kisah lain, mendongeng, dan mengajar.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Saat Mekarmu, Kutiada (Namun Tetap Bahagia)

3 Februari 2020   19:40 Diperbarui: 3 Februari 2020   19:53 108 25 6 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Puisi | Saat Mekarmu, Kutiada (Namun Tetap Bahagia)
Bunga Wijaya Kusuma sisa mekar kemaren malam. Dokumen pribadi

Bukan sekali ini menimpa
Berulangkali sejak masa-masa itu
Menanammu memang bagianku
Menikmati mekarmu tak harus selalu

Kau tahu
Senang hatiku menerima beritamu
Semalam pertama kaliinya kau hadir
Dalam semerbak mekar bungamu yang mempesona
Baiklah aku memang tiada di sana
Kau dan aku terpisah jarak yang jauh

Namun bahagiaku mendapati
Keberadaanmu memberi nuansa indah malam itu
Memang bukan padaku
Tapi pada para penghuni halaman depan rumah


Para serangga kecil yang akan mengintip hadirmu
Semut-semut kecil yang berkejaran di megahnya putih mahkotamu
Mungkin lebah malam yang mencium semerbak wangimu
Aku tak tahu
Apakah masih ada lebah bekerja kala malam
Mungkin kunjungan-kunjungan lainnya para penghuni kebun
Yang ikut bahagia bersama hadirmu

Jika bintang bisa melihat menyala putihmu
Kala malam gelap hitam pekat
Kontras dengan keberadaan alam sekitar
Hijau daunmu segar menambah indahmu
Kemegahan pesona helaian mahkota bungamu
Sungguh layak kau dipanggil si ratu malam

Iya aku penuh sukacita
Meski saat mekarmu, ku tiada
....

Written by Ari Budiyanti
3 Januari 2020

#PuisiHatiAriBudiyanti

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x