Mohon tunggu...
Ari Budiyanti
Ari Budiyanti Mohon Tunggu... Membaca, menulis, mendongeng, dan berkebun menjadi kegiatan-kegiatan menarik yang tak henti-hentinya mengisi hari-hari saya. Mari terus menginspirasi sesama dalam karya kita. Salam literasi.

Suka: membaca, mengoleksi buku, menanam bunga, menulis puisi dan kisah lain, mendongeng, dan mengajar.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Membayang Takut Itu

12 September 2019   20:32 Diperbarui: 12 September 2019   20:44 0 16 3 Mohon Tunggu...
Puisi | Membayang Takut Itu
Senja di suatu Kota. Photo by Ari

Kala itu dalam renung jiwa
Ada batin menggeliat karena resah
Kepastian yang tiada nyata
Hanya gulana menyapa gundah

Semua langkah telah terpatri seolah
Dalam derap maju penuh rencana
Namun yang disebut kenyataan berubah
Menjadi seolah penuh bencana

Surut rasa juang tinggi kala itu
Lemah daya tahan untuk mengabdi
Meski semua cinta suci tak semu
Namun prasangka melenyapkan diri

Seolah kaki memijak duri
Dalam tapak-tapak sangat hati-hati
Namun berserakan semua tanpa arti
Ketika pengabdian dihina mati

Cemas mulai mengikuti
Gelisah mulai membayangi
Menjegal langkah untuk berhenti
Dari sebuah perjuangan sejati

Ketika takut itu membayangi
Langkah pun surut dari empati hati
Semangat menguap membuang nurani
Pengabdian berakhir dalam nafas sunyi

..

I quit

Written by Ari Budiyanti
12 September 2019

Puisi Hati

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x