Mohon tunggu...
Ali Musri Syam
Ali Musri Syam Mohon Tunggu... Sekretaris - Belajar Menulis

Pekerja, menyukai sastra khususnya puisi, olahraga khususnya sepakbola, sosial politik. Karena Menulis adalah cara paripurna mengeja zaman, menulis adalah jalan setapak menjejalkan dan menjejakkan kaki dalam rautan sejarah, menulis menisbahkan diri bagi peradaban dan keberadaban. (Bulukumba, Makassar, Balikpapan, Penajam Paser Utara) https://www.facebook.com/alimusrisyam https://www.instagram.com/alimusrisyam/

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi: Rida Menerima

2 Agustus 2022   00:10 Diperbarui: 2 Agustus 2022   00:19 289 91 13
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Puisi Rida Menerima, Puisi Akrostik Chairil Anwar / Kompasiana.com

Puisi : Rida Menerima
: Puisi Akrostik Chairil Anwar

Cinta, kepadanya tak mengerti
Hingga hancur remuk redam memahami
Aku merangkai dinding kata
Ini barisan tak bergenderang, ialah kalimat
Ria bahagia menyusuri alunan nada
Ia memekik ngeri dalam diksi
Lalu Kita sama termangu menikmati bait demi bait

Ah! Hatiku yang tak mau memberi ruang selain irama
Nguji tenaga pematang sajak
Waktu berjalan, Aku tidak tahu apa nasib waktu ?
Aku Kira, Beginilah jadinya Kita ( Para Penikmat )
Rida menerima segala puisi yang tiba darimu ( Binatang jalang )

Balikpapan, 31 Juli 2022
Ali Musri Syam Puang Antong

Baca Juga.

Puisi Sebelumnya: Perspektif

https://www.kompasiana.com/alimusrisyam/62e36dd708a8b502672afc94/puisi-perspektif

Puisi Pilihan: Tak Cukup Ribuan Puisi

https://www.kompasiana.com/alimusrisyam/62df3272a51c6f24523d2132/puisi-tak-cukup-ribuan-puisi

Puisi Pilihan Lainnya: Yang Tersisa dari Setangkai Tulip Merah

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan