Mohon tunggu...
Ali Musri Syam
Ali Musri Syam Mohon Tunggu... Belajar Menulis

Pekerja, peduli dan tertarik dunia olahraga khususnya sepakbola, dunia satra, dan sosial politik. Karena Menulis adalah cara paripurna mengeja zaman, menulis adalah jalan setapak menjejalkan dan menjejakkan kaki dalam rautan sejarah, menulis menisbahkan diri bagi peradaban dan keberadaban. (Bulukumba, Makassar, Balikpapan, Penajam Paser Utara) https://www.facebook.com/alimusrisyam https://www.instagram.com/alimusrisyam/

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Ketika Malapetaka Negeri Kian Masif

23 November 2020   22:41 Diperbarui: 23 November 2020   22:53 131 26 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Ketika Malapetaka Negeri Kian Masif
Kompas.com


Ketika Malapetaka Negeri Kian Masif

Siapakah kita
Pada jalan - jalan berdebu terjal
Pejalan kaki sepanjang waktu
Tiada alas, tanpa topeng, tak punya malu
Menerabas dogma - dogma

Tubuh kita penuh peluh
Khilaf, dosa dan salah
Melebur menjadi gumpalan
Pekat bernoda hitam
Kita berasa biasa - biasa saja; lazim

Sekelumit kaidah
Tak kita hirau
Tak punya respek pada raja
Terjerumus ambigu
Jalan pasti tak tersedia

Sang pemimpin di himpit para pemangku
Menari dalam satu alunan; beda irama lagu
Jelata terjebak palsu
Di seberang istana, busur panah siap meluncur
Berharap anak - anaknya menghujam istana ratu

Tertawa sang provokator
Menyaksikan perseteruan sesama saudara leluhur
Tertawan jiwa - jiwa nasionalis
Dalam kuasa para iblis
; Malapetaka negeri kian masif

Penajam Paser Utara, 13 November 2020
Ali Musri Syam Puang Antong

* Puisi Sebelumnya: Perjalanan Pilu Peluk Puri https://www.kompasiana.com/alimusrisyam/5fbb2c438ede4802a571b622/perjalanan-pilu-peluk-puri

* Puisi Pilihan Lainnya: Lelaki di Atas Pusara Ayahnya https://www.kompasiana.com/alimusrisyam/5faddbed8ede487ace064942/lelaki-di-atas-pusara-ayahnya

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x