Mohon tunggu...
#nspertiwi
Cerpen | Dimorfik
N. Setia Pertiwi
N. Setia Pertiwi
20 Desember 2018 | 10 bulan lalu

Cerpen | Dimorfik

Di usia 8 tahun, aku tidak benar-benar paham alasan Ayah pergi dan tidak kembali hingga lama sekali.Sempat kukira, Ayah kesal karena aku kedapatan men

Fiksiana
962
16
9
Puisi | Memofobia
N. Setia Pertiwi
N. Setia Pertiwi
08 Desember 2018 | 11 bulan lalu

Puisi | Memofobia

Berlari aku daribiri-biri yang menaridemi sendiri permaisurimencuri kesturi di tepi sariBerlari aku dariciri-ciri yang terperitentang diri dan bari-ba

Fiksiana
323
13
5
Puisi | "Mea Culpa"
N. Setia Pertiwi
N. Setia Pertiwi
08 Desember 2018 | 11 bulan lalu

Puisi | "Mea Culpa"

Kaki langit terbuat dari logika dan hasrat untuk memuaskan raga. Cakrawala kita tidak lebih dari metafora antara kornea dan segala yang kausebut mata.

Fiksiana
534
8
3
Puisi | Ibnu, Anak Laki-laki Pemalu
N. Setia Pertiwi
N. Setia Pertiwi
06 November 2018 | 1 tahun lalu

Puisi | Ibnu, Anak Laki-laki Pemalu

Terkisah Ibnuanak laki-laki pemaludengan dua mata keemasandiberi pertanyaan, berapa umurmu?Dia menjawab, delapan puluh satuSemua orang berpandangan,la

Fiksiana
517
21
13
Cerpen | Perempuan yang Meneguk Senja di Hari Pernikahan
N. Setia Pertiwi
N. Setia Pertiwi
06 November 2018 | 1 tahun lalu

Cerpen | Perempuan yang Meneguk Senja di Hari Pernikahan

Aku titisan Hawa, yang bersama kamu terusir dari surga. Cinta, bukan kata yang tepat menggambarkan kita. Tragedi, lebih mendekati.Kita berdua adalah c

Fiksiana
1048
13
8
Puisi | Membungkam Dendam
N. Setia Pertiwi
N. Setia Pertiwi
03 November 2018 | 1 tahun lalu

Puisi | Membungkam Dendam

andameneguk racundengan niatan dapatmenyakitisayaanda mengerat dada dan kepalakarena menyangka sayamelekat di sanalakoni hantu dan benalumenyerbak bau

Fiksiana
443
22
16
Cerpen | [Cemburu] Perempuan yang Menjaring Awan di Bukit Kesepian
N. Setia Pertiwi
N. Setia Pertiwi
03 November 2018 | 1 tahun lalu

Cerpen | [Cemburu] Perempuan yang Menjaring Awan di Bukit Kesepian

Sudah kuduga, menemani kesepian yang tengah sendirian di atas bukit menjadi perihal yang menyenangkan.Karena, berbeda denganku, kesepian tidak memilik

Fiksiana
1180
28
19
[Miss You] Pintu Kesadaran Nebula
N. Setia Pertiwi
N. Setia Pertiwi
02 November 2018 | 1 tahun lalu

[Miss You] Pintu Kesadaran Nebula

Tidak ada pilihan lain.Setelah menerima tantangan Daisy untuk menjadi Nyai, aku diberi privilese untuk menghuni satu-satunya Royal Suite Room dalam Th

Fiksiana
537
9
6
[Miss You] Katastrofe Bulan Sabit Perak
N. Setia Pertiwi
N. Setia Pertiwi
31 Oktober 2018 | 1 tahun lalu

[Miss You] Katastrofe Bulan Sabit Perak

Aku terengah-engah mengikuti langkah Daisy dan rombongan perempuan hasil eksperimen gagal Bulan Sabit Perak. Alih-alih menyegarkan, debur ombak d

Fiksiana
506
7
11
Cerpen | Kinanti Sriwedari
N. Setia Pertiwi
N. Setia Pertiwi
30 Oktober 2018 | 1 tahun lalu

Cerpen | Kinanti Sriwedari

Jalinan sinar mata yang tidak lebih dari tiga detik, menjadi bahasa yang kami gemari. Bahkan, sesekali aku dan dia hanya saling memunggungi dan bicara

Fiksiana
473
7
3
[Miss You] Kaleidoskop Pikiran En
N. Setia Pertiwi
N. Setia Pertiwi
30 Oktober 2018 | 1 tahun lalu

[Miss You] Kaleidoskop Pikiran En

Seorang perempuan muda bergumul dengan setumpuk jurnal dan buku-buku tebal. Di matanya, tersimpan bayang-bayang yang sulit hilang.Riak-riak masa lalu

Fiksiana
564
10
8
Puisi | Senarai Mimpi Gadis Kecil
N. Setia Pertiwi
N. Setia Pertiwi
28 Oktober 2018 | 1 tahun lalu

Puisi | Senarai Mimpi Gadis Kecil

Kaki mungil cokelat tua pelan-pelan menuju gerbang. Gadis manis yang lahir dari rahim tragedi, memeluk sempurna pagar besi. Matanya yang penuh mimpi m

Fiksiana
471
25
13
Puisi | "Vi Veri Veniversum Vivus Vici"
N. Setia Pertiwi
N. Setia Pertiwi
22 Oktober 2018 | 1 tahun lalu

Puisi | "Vi Veri Veniversum Vivus Vici"

Sejak awalaku bukan seseorangAku pikiranyang menghujam hipokampusmutanpa ampunanMengendap datang di tengah malamdan berdiri hingga pagi bersaksimenung

Fiksiana
1233
23
19
Puisi | Rehal Gelandangan Virtual
N. Setia Pertiwi
N. Setia Pertiwi
16 Oktober 2018 | 1 tahun lalu

Puisi | Rehal Gelandangan Virtual

Aku tersengal di belantara linimasa. Mencari omong-omong yang tidak kosong, mencari kabar-kabar yang bukan bohong.Seperti ketenangan dalam kepompong,

Fiksiana
457
8
5
Puisi | Akhir Pekan di Tepi Laut
N. Setia Pertiwi
N. Setia Pertiwi
14 Oktober 2018 | 1 tahun lalu

Puisi | Akhir Pekan di Tepi Laut

Kamu selalu bertanya, aku mau ke mana dengan siapa?Akhir pekan telah bosan memiliki waktu luang. Siang lebih terang, ia memiliki terik dan api untuk m

Fiksiana
690
4
2
Puisi | Menemani Ibu Duduk di Taman
N. Setia Pertiwi
N. Setia Pertiwi
13 Oktober 2018 | 1 tahun lalu

Puisi | Menemani Ibu Duduk di Taman

Udara terlalu lengang menari-nari. Bunga tabebuya telah sesak menangisi langit yang bersikap dingin sedari pagi. Rerumputan tertidur pulas, membiarkan

Fiksiana
543
13
6
Puisi | Cinta yang Lelah Mencari Masalah
N. Setia Pertiwi
N. Setia Pertiwi
03 Oktober 2018 | 1 tahun lalu

Puisi | Cinta yang Lelah Mencari Masalah

Awan semakin tidak sabar. Kita bersisian selama tujuh jam dan saling melempar diam. Kata-kata kita hanya akan membangunkan badai. Cinta yang terlalu l

Fiksiana
569
5
4
Puisi | Memento Mori
N. Setia Pertiwi
N. Setia Pertiwi
01 Oktober 2018 | 1 tahun lalu

Puisi | Memento Mori

Kamu berusaha memastikan, namun kita hanya mampu bicara tentang kemungkinan.***Lautan memiliki kelebihan tenaga dan waktu luang. Dimensi yang memanjan

Fiksiana
585
5
1
Cerpen | Capcaisin
N. Setia Pertiwi
N. Setia Pertiwi
01 Oktober 2018 | 1 tahun lalu

Cerpen | Capcaisin

Untuk kesekian kalinya, Cakra menyingkirkan sambal terasi dari sebungkus nasi kuning yang baru saja ia beli. Sambal yang digandrungi hampir seluruh re

Fiksiana
3192
6
5
Puisi | Menggerutu di Batas Sadar
N. Setia Pertiwi
N. Setia Pertiwi
25 September 2018 | 1 tahun lalu

Puisi | Menggerutu di Batas Sadar

Sudahlah, berhenti mengeraskan kepala.***Aku bukan seseorang. Tanpa daging, tanpa tulang. Aku hanya pikiran. Yang sering kali memompa jantungmu,

Fiksiana
1273
13
6