Mohon tunggu...
Susila Ekawati
Susila Ekawati Mohon Tunggu... Guru - Guru Bimbingan Konseling

Saya guru BK di SMP N 3 Jepon Blora

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Upaya Mengurangi Degradasi Moral pada Siswa SMP N 3 Jepon dengan Pendekatan Rational Emotive Therapy

1 Oktober 2022   18:42 Diperbarui: 1 Oktober 2022   18:45 296 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

                                                                                                                                             MAKALAH

                                                    UPAYA MENGURANGI DEGRADASI MORAL DENGAN TEKNIK KONSELING RATIONAL EMOTIF THERAPY

 

Di susun oleh

Susila Ekawati

 

 

BAB I

P E N D A H U L U A N

  • Latar Belakang
  •             Degradasi moral merupakan menurunnya suatu kualitas moral seiring dengan perkembangan globalisasi yang tidak seimbang. Virus globalisasi terus mengerogoti bangsa ini. Sayangnya kita seakan tidak sadar tapi malah mengikutinnya. Kita terus menerus dituntut untuk selalu mengikuti perkembangan jaman di era globalisasai tanpa memandang aspek kesantunan bbudaya negeri kita tercinta ini. Ketidak seimbangan inilah yang pada akhirnya membuat moral semakin jatuh dan rusak. Begitu juga dengan prilaku  yang terjadi di masyarakat sudah banyak yang melenceng atau menyimpang dari norma dan nilai sosial yang berlaku di masyarakat.
  •             Menurut kamus besar bahasa Indonesia degradasi adalah kemunduran atau kemerosotan, dan menurut Immanuel Kant moralitas adalah hal adan keyakian serta sikap batin dan bukan hal sekedar penyesuaian aturan dari luar entah itu aturan hukumnegara, agama atau adat istiadat. Sedangkan menurut Robert J. Havighurst moral yang bersumber dari adannya suatu tata nilai yakni suatu obyek rohani atas suatu keadaan yang di inginkan. Maka kondisi atau potensi internal kejiwaan seseorang untuk dapat melakukan hal-hal yang baik sesuai dengan nilai-nilai value yang diinginkan (Sholeh, 2005 : 104 )
  • Banyak anak-anak di sekolah yang sekarang tidak faham akan pentingnya moral dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kenyataannya tidak semua orang bertindak berdasarkannorma-norma dan nilai sosial yang berlaku di masyarakat, mulai dari cara berbicara, cara berpakaian, cara besosialisasi. Kalau kita amati di sekolah banyak anak didik yang  sekarang mengalami penyimpangan dan kemunduran prilaku. Perlu di ingat  yang menyerang moral remaja bukan hanya dalam cara berpakaian, gaya berbicara namun masih banyak lagi, belum lagi kalu kita lihat polah tingkah mereka mulai dari narkoba, seks bebas dan masih banyak lagi kenakalan-kenakalan yang mereka lakukan.
  •             Dengan teknologi yang semakin canggih maka memudahkan manusia untuk mencari informasi mengenai berbagai hal apapun dan di mana pun, baik itu hal negatif maupun hal positif, yang sangat di sayangkan adalah apabila emajuan teknologi di gunakan untuk hal-hal yang nrgatif contohnya video porno, sekarang setiap orang dengan sangat mudah mengakses dari ponsel dengan internet yang bisa merusak moral bangsa kita.
  •             Di sekolah kami perilaku degradasi moral juga sudah mulai terjadi misalkan pada saat siswa berbicara dengan bapak ibu guru pengajar, kadang mereka tidak menggunakan bahasa yang semestinya, kurang hormat pada orang yang lebih tua, kemudian cara berpakaian pun sudah mulai menyimpang dari aturan sekolah. Seolah-olah itu merupakan hal yang biasa di dalam kehidupan bermayarakat.
  •             Dalam hal ini penulis mencoba menggunakan layanan konseling kelompok dengan ternik Rational Emotive Therapy, di dalam bimbingan dan konseling terdapat beberapa layanan dan teknik konseling yang dapat  di berikan kepada siswa yang sedang meengalami masalah. Layanan dan teknik yang dapat di jadikan alternatif di antarannya adalah konseling kelompok dengan teknik Rational Emotive Therapy, layanan ini dapat di berikan oleh seorang guru pembimbing dan konseling un tuk membantu peserta didik agar  dapat menyelesaikan masalah.
  •             Pendekatan Rational Emotive Therapi merupakan pendekatan yang dapat di gunakan untuk praktek konseling individu dan kelompok. Rational Emotive Therapy menggunakan prosedur yang bervariasi dan sistematis yang secara khusus untuk mengubah tingkah laku dan batas-batas tujuan yang di susun secara bersama-sama oleh konselor dan konseli. Pembentukan kelompok pada pendekatan konseling Rational Emotive Therapi yaitu konselor mengumpulkan sekelompok peserta didik yang mempunyai masalah yakni degradasi moral kemudian terciptanya raport, memulai diskusi pribadi, mendeteksi perasaan konseli, menghubungkan diskusi perasaan dengan perasaan konseli, merefleksikan perasaan konseli, mendefinisikan tujuan konseling, membantu konseli memantau perkembangan mereka, membantu konseli mendefinisikan tujuan khusus, membantu konseli menjadi lebih baik, membantu konseli memahami kemampuan interpersonal untuk merubah tingkah laku, membantu konseli mengkomunikasikan tujuannya pada orang lain, berbagi keberhasilan, terminasi dan follow up.
  •             Dalam hal ini Rational Emotive Therapi mampu mengatasi permasalahan degradasi moral yang di alami oleh konseli yaitu dengan menelusuri masalah klien yang di bantunya, konselor berperan lebih aktif di bandingkan klien. Maksudnya  peran konselor harus bersikap efektif dan memiliki kapasitas untuk memecahkan masalah yang di hadapi, artinya konselor harus melibatkan diri dan berusaha menolong kliennya supaya dapat berkembang sesuai dengan keinginan dan disesuaikan dengan potensi yang dimilikinnya. Berikutnya dalam proses hubungan  konseling harus tetap diciptakan dan di pelihara hubungan baik dengann konseli. Dengan sikap yang ramah danhangat dari konselor akan mempunyai pengararuh yang penting demi suksesnya proses konseling sehingga dengan tercipttannya proses konseling yang akrab dan rasa nyaman ketika berhadapan dengan klien.
  •            
  •  Identifikasi Masalah
  •             Berdasarkan uraian dari latar belakang di atas, maka identifikasi masalah yang di temukan penulis adalah prilaku degradasi moral, sehingga diperlukan bimbingan yang lebih untuk mengurangi prilaku degradasi moral pada peserta didik  . Maka identifikasi masalahnya adalah :
  • Banyaknya peserta didik kelas 9  laki-laki yang sering melakukan tindakan merokok di sekitar lingkungan sekolah
  • Banyaknya perserta didik kelas 9 perempuan yang menggunakan make up berlebih pada saat sekolah
  • Banyaknya peserta didik kelas 9 laki-laki yang sering melakukan pelecehan terhadap teman perempuan di kelasnya
  • Banyaknya perserta didik kelas 9 baik laki-laki atau perempuan yang suka berbicara kotor.
  • Kesiswaan sudah melakukan pemanggilan dan bahkan memberikan sangsi, baik sangsi mendidik maupun sangsi yang fisik ( push up, membersihkan ruang kelas ), atau bahkan membuat surrat pernyataan dan pemanggilan orang tua wali murid, namun tindakan tersebut tidak membuat jera pada peserta didik.
  • Batasan Masalah
  •             Batasan masalah merupakan pembatasan permasalahan terhadap pengertian judul. Yang kegunaannya memperjelas pokok permasalahan yang akan di bahas sehingga menghindarkan kesalahan dalam  memberikan simpulan. Adapun  batasan masalah yang terdapat pada judul adalah " Upaya Mengurangi Degradasi Moral Melalui Konseling Kelompok Dengan Teknik Rational Emotive Therapy "  
  •                              
  •  Rumusan Masalah
  •             Berdasarkan lartar belakang masalah di atas, maka permasalahan utama dalam makalah ini adalah apakah layanan konseling kelompok  dengan teknik Rational Emotive Therapy efektif  dapat menanggulangi degradasi moral pada peserta didik

  •  Tujuan
  •       Tujuan utama penulis adalah untuk mengetahui apakah  layanan konseling kelompok  dengan Teknik Emotive Therapy efektif untuk mengatasi masalah peserta didik terutama pada permasalahan degradasi moral.

  •  Manfaat
  • Secara teoritis
  • Secara teoritis tulisan  ini bermanfaat untuk memberikan pembuktian tentang efektif atau tidaknya pelaksanaan layanan konseling kelompok dengan teknik Rational Emotive Therapy.
  • Hasil dari tulisan ini juga dapat memberikan masukan baru bagi pengembangan ilmu pengetahuan pada umumnya serta pengembangan ilmu bimbingan konseling pada khususnya.
  • Secara Praktis
  • Melalui tulisan ini di harapkan peserta didik dapat memiliki bekal kedisiplinan dan moral yang baik yang akan bermanfaat untuk kehidupannya di masa yang akan datang.
  • Memberikan sumbangan pemikiran, informasi, dan evaluasi bagi guru bimbingan dan konseling di sekolah dalam rangka pengembangan layanan bimbingan dan konseling khususnya layanan konselingg kelompok dengan  teknik Rational Emotive Therapy untuk mampu mereduksi prilaku gradasi moral bagi peserta didik.
  •             Makalah ini memberikan kesempatan bagi penulis untuk langsung terjun ke lapangan untuk melakukan pengamatan kepada peserta didik secara langsung,  bahwa untuk mengurangi degradasi moral pada peserta didik dapatt di kembangkan melalui layanan konseling kelompok dengan teknik Rational Emotive Therapy.


    •                                                                                                          BAB II
      •                                                                                    PEMBAHASAN
      •  
  •  Degradasi Moral
  •                         Terbentuknya moral yang baik merupakan salah satu keberhasilan dalam mencapai tujuan pendidikan, hal ini di dukung dengan adanya kurikulum 2013 yang menjadikan aspek sikap sebagai salah satu penilaian dalam  ketuntasan siswa. Moral merupakan nilai yang berlaku dalam suatu lingkungan sosial yang mengatur  tingkah laku seseorang. Yang artinya moral menjadi tolak ukur yang di pakai oleh masyarakat untuk menentukan baik buruknya tindakan manusia sebagai manusia. Disini manusia berhak  menilai moral manusia lain baik atau buruk berdasarkan tingkah laku yang di landasi dengan norma-norma yang ada.
  •               Membentuk manusia yang berbudi pekerti yang luhur adalah salah  satu dari aspek tujuan Pendidikan Nasional  sebagai mana di jelaskan dalam UU NO.20 Tahun 2013 Bab II Pasal 3 Undang-undang Sisdiknas   yang menjelaskan  bahwa : " Pendidikan Nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beeriman dan manusia yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.
  •               Perubahan dan pola kehidupan yang sedang berlangsung pada saat ini banyak menampilakan gambaran umum tentang anak-anak remaja yangkerap melakukan perbuatan menyimpang, yang tentunya penyimpangan penyimpanganini di lakukan oleh para remaja yang kurang memeiliki moral yang baik. Adapun faktor-faktor yang menyebabkan remaja melakukan perbuatan menyimpang dikarenakan adanya keterbelakangan dibidang pendidikan, kurangnya peranan lembaga sosial dan masih tidak terpenuhinya hak-hak anak serta masih sangat dirasakan kurangnya nilai kontrol diri dalam menghadapi realita kehidupan.

            Menghadapi dampak dari bentuk-bentuk pelanggaran, kekerasan dan tindak kejahatan yang kerap ditimbulkan oleh remaja, yang di karenakan anak pada masa remaja adalah masa dimana remaja masih mencari jati dirinya, dalam melakukan tindakan selalu terbawa emosi dan tidak dipikirkan terlebih dahulu akan dampak yang nantinya ditimbulkan baik atau buruknya. Dalam menghadapai kenakalan remaja yang di akibatkan degradasi moral memerlukan banyak pihak yang terlibat, baik dari keluarga, lingkungan, sekolah, serta pemerintah.

            Usaha pembinaan dan penggembangan generasi muda atau remaja terus ditingkatkan sejalan dengan proses pembangunan nasional yang terus berlangsung baik didalam pendidikan formal sekolah maupun lingkungan keluarga hingga lingkungan masyarakat luas, mengingat bahwa generasi muda juga memiliki kedudukan sama yaitu sebagai bagian masyarakat luas yang kelak akan menjadi penerus pembangunan bangsa.

            Saat ini fenomena kehidupan anak atau remaja dilihat dari segi nilai/norma, moral dan akhlak yang sangat memprihatinkan, dan pada kenyataanya gejala-gejala degradasi moral semakin nyata di eraglobalisasi ini, dimana banyak generasi muda melakukan hal-hal yang menyimpang dari norma-norma yang ada, baik dalam bertutur kata dan bertingkah laku, yang seharusnya, para remaja lebih mengutamakan pendidikan, dan pengetahuan agama, yang malah sebaliknya mereka abaikan. Semua ini diakibatkan oleh merosotnya moralitas anak dan adanya hubungan antara kaburnya nilai/norma dengan penyimpangan prilaku masyarakat. Pada umumnya semua ini secara langsung dan tidak langsung dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya.

             Menurut Franciscus Balcon dan Jhon Locke dalam Abu Ahmadi (1991:20) dengan teorinya yang terkenal yaitu teori Empirisme (Tabula Rasa) berpendapat bahwa:Pada dasarnya anak lahir di dunia perkembangannya ditentukan oleh adanya pengaruh dari luar termasuk pendidikan dan pengajaran. Dianggapnya anak lahir dalam kondisi kosong, putih bersih seperti lilin (Tabula Rasa) maka pengalaman (Empiris) anak yang akan menentukan corak dan bentuk perkembangan jiwaanak.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10
  11. 11
  12. 12
  13. 13
  14. 14
  15. 15
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan