Mohon tunggu...
selamat martua
selamat martua Mohon Tunggu... Penulis - Marketer dan Penulis

Hobby: Menulis, membaca dan diskusi

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Smart Landing

2 Desember 2020   07:41 Diperbarui: 2 Desember 2020   07:44 138
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Cerpen. Sumber ilustrasi: Unsplash

Demikian juga dengan kehidupan dengan keluarga. Jadual yang selalu bersilang antara dirinya dengan keluarga, membuat dirinya lebih sering menemui rumah sedang kosong dari pada berkumpul ketika Ia pulang. Terkadang jadula quality time yang sudah direncanakan jauh-jauh haripun bisa Ia tabrak dengan alasan pekerjaan. Meskipun sering jadi bahan pertengkaran, biasanya Ia solusikan dengan pendekatan finansial.

Hubungan dengan kerabat juga demikian. Sering acara keluarga, baik keluarga sendiri atau keluarga istri dengan terpaksa diwakilkan kepada Istri dan anak-anak. Terkadang istri dan Anak-anak sulit mencari alasan baru prihal ketidak hadiran dirnya di acara tersebut. Namun karena ia punya kontribusi yang strategis terhadap keuangan, apapun alasan ketidakhadirannya bisa diterima secara baik.

Dalam waktu dekat Pak Khairul akan menjalani masa pensiun dan Ia sudah punya rencana untuk beristirahat dari segala kesibukan riset dan menangani projek konsultasi, karena sudah merasa lelah. Secara personal Ia mencoba menyusun kembali jadual dan aktifitas kehidupan sehari-hari dengan bersama-sama keluarga. Ia menargetkan akan menemani Istri melakukan aktifitas sosial dan keagamaan serta selalu bersama-sama kemanapun Mereka bepergian.

Ia berencana untuk aktif kembali dikegiatan keluarga dan masyarakat. Meskipun menggunakan data historis, Ia sudah mencoba menjadualkan kegiatan yang harus Ia ikuti dan juga membuat daftar secara detail topik dan siapa yang Ia libatkan dalam obrolan-obrolan nantinya. Tidak sedikitpun ada keraguan dalam dirinya, bahwa Ia akan diterima dengan baik dan mudah oleh sanak keluarga serta masyarakat yang akan Ia datangi kelak.

Ia memiliki sebidang tanah yang selama ini belum tergarap dengan baik. Salah satu rencana yang akan Ia lakukan adalah menghabiskan waktu dengan berkebun dan menikmati suasana pagi yang segar menyenangkan. Pak Khairul sudah berencana akan merekrut Siapa yang akan menemaninya berkebun, hingga menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

Rencana sudah ia susun dengan sangat detail, layaknya membuat laporan rekomendasi hasil riset. Tugas berikutnya adalah mengkomunikasikannya kepada keluarga.

----------------------------

Pak Saleh adalah karyawan BUMN dan merupakan seorang Karyawan memiliki posisi strategis di Kantornya. Ia adalah seorang model sukses dalam menapak karir mulai dari seorang karyawan biasa hingga berhasil mendapatkan posisi sebagai General Manager. Kegigihanya bekerja tidak diragukan lagi, baik oleh sesama rekan kerja maupun teman-teman yang pernah satu kampus.

Karirnya mulai berjalan mulus, tatkala Ia berhasil sukses menjadi seorang sales di Perusahaan tersebut. Setelah menduduki jabatan sebagai Supervisor penjualan selama 8 tahun, bertutur-turut jabatan berikutnya hanya Ia emban selama 2 tahun. Sehingga dalam waktu 6 tahun Ia berhasil menduduki jabatan sebagai General Manager Marketing.

Kesuksesan tersebut Ia bangun tidak lepas dari keluwesannya bergaul dengan semua pihak. Bagaimana ia berhasil mendapatkan deal-deal bisnis skala besar karena keahliannya bermain Golf. Memang dikalangan pencinta Golf Ia terkenal sebagai pemain yang sabar dan penuh perhitungan. Hadiah-hadiah Door Price termasuk Hole in One sering menjadi langganan baginya. Oleh karena itu Perusahaan juga sangat mendukung hobinya tersebut, karena mampu memberikan dampak yang signifikan terhadap kinerja bisnis.

Kebiasaan Pak Saleh bermain Golf tentu tidak serta merta menjadi tanggung jawab perusahaan. Oleh karena itu untuk memenuhi hobby dan lambat laun menjadi kebutuhan, maka Pak Saleh perlahan tetapi pasti menjadi member di satu Club dan terkadang menjadi tamu kehormatan di Club yang lain. Tentu gaya hidup seperti itu harus didukung oleh pendanaan yang kuat dan selama ini tidak masalah karena gaji yang diterima tergolong besar.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun