Mohon tunggu...
Prasetya Marisa
Prasetya Marisa Mohon Tunggu... Wiraswasta - Pekerja , Pembelajar, dan Penulis Buku Diari.

Mencintai apa yang bisa dicintai. Hidup untuk masa lalu, masa kini, dan masa depan. Tidak memiliki apapun termasuk diri sendiri. Mengejar kesempurnaan walau tak pernah sempurna. Selalu ada cela. Noda.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Sakit Hati yang Berujung pada Hujan

6 Agustus 2018   15:37 Diperbarui: 6 Agustus 2018   15:48 221
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

sejak aku memutuskan pergi

sedetik kemudian semua menguap ke langit

bukan air, tapi perasaan yg menghilang tanpa bekas

selanjutnya, ia mengkristal dan menyebabkan hujan air mata

Lama ...

sesekali guntur yang terdengar seperti isakan

dan gemuruh yang terdengar seperti raungan kesedihan mendalam

kuminum kopi panas disudut ruangan

menikmati badai dalam ketenangan, itulah yang kubutuhkan

kulihat, semua gambar dirimu memudar ditengah hujan

hanya ada satu yang tersisa

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun