Mohon tunggu...
Suripman
Suripman Mohon Tunggu... Akuntan - Karyawan Swasta

Pekerja biasa, menulis alakadarnya.

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Artikel Utama

[Cerpen] "Maaf, Saya Melempar Kacang ke Sungai"

24 Maret 2017   18:10 Diperbarui: 21 Oktober 2022   12:59 751
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber ilustrasi: http://cliparting.com/free-river-clipart-35640/

Arif dan Farid saling pandang. Arif menyenggol Farid dan mendorongnya sedikit ke depan. Farid gelagapan dan berkata perlahan, “Tadi, saya dan Arif menggigit kacang, kemudian bersama Andi dan Bowo melemparkannya ke sungai, kami minta maaf, Pak.”

“Ya… ya... ya, saya sudah tahu, sekarang pulang! Bapak banyak kerjaan!” jawab Pak Kosim tidak sabar.

“Gitu aja, Pak?” tanya Arif.

“Lha, apa lagi? Cukup begitu saja, pulang cepat,” tegas Pak Kosim.

Kedua anak itu lalu permisi dan berlari pulang. “Ada-ada saja,” batin Pak Kosim.

Malam

“Pak Kosim…., Pak Kosim…!”

“Sebentar Pak Kadus,” Pak Kosim familiar sekali dengan suara serak Pak Kepala Dusun. Dan memang sudah biasa Pak Kepala Dusun menemuinya. Ia bergegas membuka pintu.

Pak Kadus tidak sendirian, ia bersama seorang laki-laki paru baya, satu wanita dan seorang anak berumur sekitar 9 tahun.

“Ada apa, Pak Kadus?”

“Ini saya mau mengenalkan warga yang baru pindah ke dusun kita,” kata Pak Kadus.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun