Mohon tunggu...
Tempat Pengungsian Puisi
Tempat Pengungsian Puisi Mohon Tunggu... Buruh - ⛺

404 (not found), 410 (gone), or 301 (permanent redirect)

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Saksi Bisu Secangkir Kopi

25 Juli 2021   09:14 Diperbarui: 25 Juli 2021   09:24 122 19 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Saksi Bisu Secangkir Kopi
Pixabay.com

Harum kopi
Seharum serbuk rindu berapi-api
Secangkir terdiam
Barangkali disitu sepi sedang jatuh cinta dengan secangkir kopi, sehingga kerinduan ini masih begitu nikmat untuk aku seruput seorang diri

Hangat kopi
Sehangat doa ibu yang tak pernah sepi
Secangkir membisu
Menyaksikan anak-anaknya tumbuh manis meski sering dibesarkan oleh senyuman-senyuman palsu

Nikmat kopi
Senikmat kepahitan yang masih bisa digula-i
Secangkir bersaksi (dalam hati)
Kalau kopi bisa lekas dingin bila tak segera dinikmati. Dan bahkan kopi pun bisa saja tumpah, sekalipun sudah berhati-hati.

***

Puhid Akhdiyat

25/07/21.

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x