Mohon tunggu...
Ika Mulya
Ika Mulya Mohon Tunggu... Penulis - Melarung Jejak Kisah

Pemintal Aksara

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Artikel Utama

Cerpen: Srintil dan Burung-Burung Pipit

5 Oktober 2022   13:17 Diperbarui: 11 Oktober 2022   21:45 949
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Pakaian juga kerudungnya dalam cengkeraman kaki ringkih burung-burung mungil. Tidak ada teriakan ketakutan meluncur dari bibir perempuan itu ataupun raut ngeri yang ditahan-tahan.

Srintil diterbangkan oleh burung-burung pipit! 

Sejak pagi itu, ke mana pun Srintil pergi, empat puluh burung pipit siap menerbangkannya. Bahkan tanpa harus didahului kalimat perintah. 

"Bagaimana kalian bisa tahu ke mana aku ingin pergi?"

"Sama seperti engkau sangat paham mengapa burung-burung diciptakan dengan sepasang sayap. Bukan satu atau tiga. Padahal katanya, Tuhan senang yang ganjil," salah satu pipit menjawab.

Srintil tersenyum lebar. Jauh-jauh hari ia telah menanam patahan-patahan harapannya di sesela sayap pipit. Waktu dan air mata menumbuhkembangkan setiap patahan menjadi keyakinan. Cepat atau lambat, ia yakin akan memanen ribuan sayap. 

"Pergi lagi?" tanya Rukmini, ibu Srintil. "Mau ke mana sepagi ini?"

"Jogging," jawab Srintil tanpa menoleh. 

"Tidak baik janda sering keluyuran begitu. Apa kata orang-orang nan--"

"Dasar penjajah!" potongnya cepat. "Ups! Maksud saya, mereka, orang-orang itu. Bukan Ibu. Maaf."

Rukmini mendengkus. "Semua gara-gara burung pipit!"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun