Mohon tunggu...
muhammad farhan
muhammad farhan Mohon Tunggu... Lainnya - Seorang Pelajar

Muhammad Farhan

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Aku Melihat

2 Desember 2022   12:44 Diperbarui: 2 Desember 2022   12:53 45
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Aku melihat isak tangismu kala itu

Rumah itu bukan lagi tempatmu untuk pulang

Kau mampu berucap. Aku tahu itu

Namun entah mengapa ada dinding penghalang di dalam hati

Yang membuatmu tetap bisu, dan tenggelam dalam air matamu sendiri

"Jangan rusak dinding itu!" Ucap matamu ke telingaku

"Tapi aku tak mau melihatmu terlarut sedih." Ucap hatiku ke sanubarimu

Aku tak tahu cara lain untuk membuatmu kembali bersemi

Apalah dayaku yang tak berani memaksa kehendak

Kan kutemani dirimu selagi belum mau usai menangis

Dan saat kau usai menangis, atas izinmu,

Kan kulukis senyummu bersemi kembali

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun