Mohon tunggu...
Felix Tani
Felix Tani Mohon Tunggu... Petani - Sosiolog Pertanian dan Pedesaan

Sedang riset pertanian natural dan menulis novel anarkis "Poltak"

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Banjir di Pusara

6 Oktober 2022   06:00 Diperbarui: 6 Oktober 2022   10:00 197 23 14
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi pusara (Dokpri)

Kekasihku
bendunglah air matamu.
Air duka cintamu itu
membanjir di bawah sini.
Kelelep aku tak bisa nafas
oleh kasihmu melimpas.

Kekasihku
pulanglah ke rumah.
Aku tak sepi di sini
sebab kau selalu bersamaku
di tulang rusukku.
Dan bila kau merinduku
pandangilah celanaku.
Aku ada di dalamnya.(eFTe)

Gang Sapi Jakarta, 6 Oktober 2022

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan