Mohon tunggu...
Mochamad Syafei
Mochamad Syafei Mohon Tunggu... Guru - Menjaga Hati Nurani

Guru SMP Negeri 135 Jakarta. Pengagum Gus Dur, Syafii Maarif, dan Mustofa Bisri. Penerima Adi Karya IKAPI tahun 2000 untuk buku novel anaknya yang berjudul "Bukan Sekadar Basa Basi".

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Tinggal Sepi yang Abadi

25 Juni 2021   15:39 Diperbarui: 25 Juni 2021   15:55 96 14 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Tinggal Sepi yang Abadi
Pixabay.com

Kamu terlalu jauh berjalan sehingga lupa jalan pulang. 

Tidak. Aku tidak ingin pulang, bukan tak tahu jalan pulang. 

Dan laki-laki itu terus melangkah menyusuri trotoar yang oleh gubernur sekarang sudah ditata rapi. Beberapa pengamen bernyanyi dengan suara yang sangat mempesona. 

Ketika laki-laki itu nyaris duduk di salah satu bangku yang terjejer begitu rapi sepanjang trotoar, mendadak ia membatalkannya. Seakan ada ingatan yang menghentak dirinya untuk tidak lupa tujuannya. 

Sudah kubilang jangan terlalu jauh melangkah. 

Belum sampai akhir. Ini aku masih terus melangkah. 

Perempuan itu sebetulnya masih berharap agar laki-laki itu tak lupa jalan kembali. Masih terlalu banyak kisah yang bisa diselamatkan jika laki-laki itu mau kembali. 

Perempuan itu tak akan lagi seperti dulu. Akan memaafkan segalanya. Biarlah waktu terus berjalan. Kita tatap lurus ke depan. Terlalu banyak tengok akan berakibat tersesat pula. 

Dia masih terus menunggumu. 

Bukan. Dia menunggu harapannya sendiri yang sudah semakin layu. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x