Mohon tunggu...
Kang marakara
Kang marakara Mohon Tunggu... Wiraswasta

Belajar dan mengamalkan.hinalah aku,bila itu membuatmu bahagia.aku tidak hidup dari puja pujimu

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Setetes Embun Menikam Hati

27 Mei 2019   08:34 Diperbarui: 27 Mei 2019   09:07 82 9 4 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Puisi | Setetes Embun Menikam Hati
Pixabay.com

Bersamamu setelah ribuan jarak kita lalui, menerobos hujan kecemasan, meniti kilatan kilatan petir menggelegar. Aku masih belum mampu menyentuh relung hatimu, berayun dalam balutan kasih sayang sanubarimu

Kini kita tlah di ambang senja gurun sahara, menemukan setitik harapan hanya fatamorgana. Aku hanya mampu persembahkan setetes embun, yang ku kusimpan erat di cawan hatiku, ku selimuti gulungan rindu yang mulai rapuh

Bersamamu adalah penderitaan, perjuangan untuk merebut serpihan kasih sayang. Bersamamu adalah  melelahkan, berusaha alihkan pandangan hati, setetes embun coba ku angsurkan

Tapi seperti kering kerontangnya kemarau, hatimu belum juah ranum menghijau. Haruskah ku tunggu hingga tetes embun mengering dalam dekapan, tinggalkan debu penantian yang jauh dari kepastian. Bahkan kini tetes embun mulai menikam hati, ciptakan perih tapi tak perlu di tangisi

Bagan batu 27 mei 2019

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x