Mohon tunggu...
Itha Abimanyu
Itha Abimanyu Mohon Tunggu... Penulis - Penulis

Hanya seorang pengangguran

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Rasa yang Tak Terbantahkan

14 November 2022   13:10 Diperbarui: 14 November 2022   13:14 196
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

RASA YANG TAK TERBANTAHKAN

Remang malam luruh di tubir kelam
Memuisikan harapan dan keinginan
Lalu apalagi yang akan dikekalkannya, selain kepedihan ...

Di saat yang lain
Elegi datang menyambangi
Menggoda nurani untuk teriakkan, "Sepi!"

Baca juga: Rasa yang Niskala

Meski kesedihan tak layak diwarta
Nyatanya separuh hati yang terluka
Kian menjadi wacana

Sederhana saja, meski nyerinya paling api
Tetapi rasa tidak memiliki dosa
Hanya terkadang dianggap berlebihan

Dan haruskah bertahan pada yang tak berkesudahan?
Sedang di birunya laut
Sampan itu tetap ingin sendiri

Baca juga: Di Malam yang Sepi

Sumedang, 14 November 2022

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun