Mohon tunggu...
Inda Nugraha Hidayat
Inda Nugraha Hidayat Mohon Tunggu... Guru - Guru | MC | Penulis

Seorang MC yang suka Menulis Puisi, Prosa, Drama, dll, dalam bahasa Sunda dan Indonesia, di sela kesibukannya mengajar di sebuah SMK Swasta.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Padepokan Sobarnas Martawijaya, Mengubah yang Ada Menjadi yang Semestinya

29 Desember 2019   21:00 Diperbarui: 1 Januari 2020   15:58 324
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Lawang Jagat, pintu gerbang Padepokan Sobarnas Martawijaya | Dokpri

Kegiatan ini pada prinsipnya ditujukan untuk memberi ruang atau kesempatan kepada para seniman, pelaku seni, atau kelompok seni, untuk mengekspresikan karyanya agar bisa dinikmati dan diapresiasi oleh masyarakat luas.

Selain kegiatan rutin bulanan, Padepokan Sobarnas Martawijaya juga memiliki beberapa agenda kegiatan tahunan. Salah satunya adalah Resital Teater, yakni pertunjukan teater yang digelar oleh para anggota baru Komunitas Budaya Posstheatron, sebagai hasil pelatihan selama tiga bulan. Pelatihannya sendiri disebut Teaterapi, biasanya dilaksanakan pada bulan Oktober sampai dengan bulan Desember.

Pelatihan ini semacam sekolah atau kursus singkat seni dan budaya, termasuk di dalamnya pelatihan seni peran/teater, tari, musik, sastra, kriya dan sebagainya. Setelah selesai pelatihan selama tiga bulan, para peserta akan dibimbing untuk memproduksi sebuah pertunjukan teater, yang kemudian diapresiasi oleh masyarakat.

Setidaknya satu tahun sekali, biasanya dalam rangka memperingati hari besar nasional atau hari besar Islam, Posstheatron akan menggelar kegiatan yang diberi nama Berdaya Budaya. Kegiatan ini diisi dengan penampilan berbagai macam seni pertunjukan, helaran (karnaval) budaya, pameran karya seni, bazar produk dan kuliner, serta diskusi seni budaya yang menghadirkan narasumber para seniman dan budayawan.

Padepokan Sobarnas Martawijaya juga mempunyai program Pertunjukan Seni Akhir Tahun yang diberi tajuk Moerak Manggoe (dibaca : Murak Manggu). Program yang digarap oleh Komunitas Budaya Posstheatron ini biasanya digelar pada malam minggu terakhir di bulan Desember.

Pada kegiatan ini, Padepokan akan mengundang beberapa seniman dan atau kelompok kesenian untuk menampilkan karya terbaiknya. Pertunjukan dilakukan di beberapa titik padepokan, mulai dari panggungt Jagat Ageung, Jagat Nembrak, hingga pojok halaman bagian depan, di bawah rimbun pohon Klengkeng.

Dari beberapa kali penyelenggaran, animo masyarakat terhadap kegiatan ini cukup besar. Jagat Ageung dan halaman padepokan selalu penuh oleh apresiator. Di beberapa titik padepokan juga disediakan lapak-lapak untuk menjual aneka produk kerajinan dan kuliner karya warga padepokan ataupun warga masyarakat sekitar.

80782395-10213037994464803-7690868168805318656-o-5e08a1abd541df05de4679a2.jpg
80782395-10213037994464803-7690868168805318656-o-5e08a1abd541df05de4679a2.jpg
Tahun ini, program Moerak Manggoe dilaksanakan pada hari Sabtu dan Ahad, tanggal 21 dan 22 Desember 2019 yang baru lalu. Dalam dua hari itu, sejumlah pertunjukan seni ditampilkan dan diapresiasi oleh ratusan penonton yang datang dari sekitar padepokan maupun masyarakat dari berbagai pelosok Garut lainnya. Bahkan tidak sedikit apresiator yang sengaja datang dari luar kabupaten Garut.

80213519-10213061960863948-750728672381501440-o-5e08ac88d541df15dd088bd2.jpg
80213519-10213061960863948-750728672381501440-o-5e08ac88d541df15dd088bd2.jpg
Kegiatan yang dihadiri dan dibuka langsung oleh Wakil Bupati Garut, dr. H. Helmi Budiman, S.E., itu menampilkan berbagai jenis kesenian hasil karya dan kreasi para seniman Garut, dan beberapa seniman yang sengaja datang dari luar Garut. Kegiatan diawali dengan helaran atau pawai keliling kampung, lalu penampilan berbagai bentuk seni pertunjukan, baik di panggung Jagat Ageung maupun di panggung Jagat Nembrak.

Pertunjukan Seni Badeng
Pertunjukan Seni Badeng

Seni Badeng, sebuah seni pertunjukan buhun dari Sanding Malangbong, yang nyaris dilupakan masyarakat, diberi ruang di panggung Moerak Manggoe. Kemudian ada Tagoni, sebentuk seni pertunjukan islami, yang ditampilkan oleh anak-anak Tegalsari, yang tinggal di sekitar Padepokan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun