Mohon tunggu...
hotdiana nababan nababan
hotdiana nababan nababan Mohon Tunggu... Guru - Seorang guru yang ingin berbagi

Berbagi Hidup Lewat Tulisan

Selanjutnya

Tutup

Travel Story Pilihan

"Mangarsik" Pariwisata Danau Toba

12 November 2021   14:50 Diperbarui: 12 November 2021   15:02 3399
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Tangkapan Layar Pribadi

Batu apung sisa letusan Toba sekitar 74,000 tahun lalu juga banyak bertebaran di sekitar Tanah Karo, Sumatera Utara. Ada pula lapisan fosil ganggang atau diatomae, yang berwarna putih seperti batu kapur, melapisi sebagian besar tanah di Pulau Samosir.

Bahasan Geodiversity tertuang dalam sesi pertama seminar ini, "Kaldera Toba: Menyambung Peradaban Zaman" yang disampaikan oleh Hans Thulstrup, Senior Programme Specialist for Water and Environmental Sciences UNESCO Jakarta dengan poin menjaga status dan pengelolaan Danau Toba setelah penetapan sebagai UNESCO Global Geopark pada 2020.

Selain itu, hadir Indyo Pratomo, Ahli Geologi Badan Geologi Bandung, yang juga menyampaikan keunikan geologis Danau Toba sebagai potensi dan daya tarik sektor pariwisata.

  1. Asam Kecombrang sebagai Agrowisata Toba

Asam kecombrang adalah sejenis tumbuhan rempah dan merupakan tumbuhan tahunan berbentuk bunga berbiji yang dimanfaatkan sebagai bahan sayuran.

Orang Medan menyebutnya Kincung tetapi Bagi Orang Batak lebih sering disebut bunga rias. Asam kecombrang ini seperti bunga yang menjadi agrowisata Toba.

Biodiversity Danau Toba ditunjukkan melalui potensi agrowisata yang tumbuh subur di sekeliling Danau Toba. Perkebunan Kemenyan (Styrax paralleloneurum) atau dalam bahasa lokal disebut haminjon misalnya, berlokasi di Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan dan sekitarnya.

Perkebunan kopi, umumnya jenis arabika seperti kopi Sigarar Utang, Lintong, Sidikalang, dan Mandailing juga banyak dikelola oleh warga setempat. Ada pula bank pohon dan budidaya tanaman lokal (andaliman, hariara, andalehat, tahul- tahul, sampinur, dll).

Selain tanaman keras, Danau Toba juga kaya akan jenis anggrek hutan. Tanaman ini tumbuh dan berkembang di Hutan Wisata Taman Eden di Desa Sionggang, Kecamatan Lumban Julu, Toba Samosir.

Danau Toba identik dengan wisata air. Danau yang merupakan kaldera hasil letusan gunung berapi ini memiliki tinggi permukaan 900 mdpl.

Komunitas biota yang terkandung di dalamnya cukup beragam seperti plankton, ikan endemik Danau Toba Neolissochilus Thienemanni, hewan bentik atau hewan di dasar perairan, dan tumbuhan air.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Travel Story Selengkapnya
Lihat Travel Story Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun