Mohon tunggu...
Ana
Ana Mohon Tunggu... Lainnya - Perangkai kata

Menemani anak salah satunya juga mengajarkan bersikap sebagai manusia

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Perahu Tanpa Layar

9 September 2020   22:46 Diperbarui: 14 September 2020   06:13 128
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Cerpen. Sumber ilustrasi: Unsplash

Terpaksa sabtu siangnya keliling pasar, hanya untuk mencari hal yang tidak penting. Setiap toko aku sambangi, tapi belum juga kutemukan pakaian yang cocok dengan seleraku. Lagi dan lagi aku lebih tertarik dengan celana dan kaus. Kalau itu sudah punya aku, buat apa tambah lagi.

"Hei Kimora!!" Sebuah tangan mencengram bahuku dengan kasar. Aku menoleh.

Sempat terkejut aku. Bang Oji sudah berdiri di hadapanku dengan seringai. "Kemana aja kamu, hah!?"

Aku diam dan coba menghindar. Tapi tangan Bang Oji menahanku. Ia kemudian menyeretku ke belakang pasar.

"Duit mana? Minta!"

"Gak ada."

"Mana!!"

"Kubilang gak ada! Cari sendiri!"

BUK!! Pukulan telak mendarat di perutku. Aku terhuyung jatuh. Betapa sakitnya, hingga harus kudekap perutku sambil berbaring miring di lantai pasar.

"Heh, apa ini!?" Teriakan beberapa pedagang melerai kami.

"Diam Lu. Ini urusan gua sama adek gua!" sahut Bang Oji.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10
  11. 11
  12. 12
  13. 13
  14. 14
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun