Mohon tunggu...
Ana
Ana Mohon Tunggu... Lainnya - Perangkai kata

Menemani anak salah satunya juga mengajarkan bersikap sebagai manusia

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Perahu Tanpa Layar

9 September 2020   22:46 Diperbarui: 14 September 2020   06:13 128
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Cerpen. Sumber ilustrasi: Unsplash

"Kenapa, Lu?"

"Gua kabur dari rumah, Bang."

"Gara-gara si Oji?"

Aku mengangguk.

"Terus rencana, Lu?"

"Emmm ... kalo sementara gua numpang di gudang dulu gimana, Bang? Sementara sih. Yaaa sambil cari-cari kontrakan lah."

"Sekolah, Lu gimana?"

"Itu dia, Bang. gua sih belum sempet mikir."

"Gak masalah juga Lu tinggal di sini. Cuma yang gua pikirin, Lu kan tahu ini stasiun. Aman gak buat, Lu? Masa iya musti gua jagain. Bisa marah nanti bini gua."

Bang Reno berpikir sejenak. Dahi tuanya tampak berkerut. Tak lama dari itu. Tangannya pun meraih ponsel yang tergeletak manja di saku kemeja.

"Assalamualaikum, Rojak!"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10
  11. 11
  12. 12
  13. 13
  14. 14
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun