Mohon tunggu...
Ana
Ana Mohon Tunggu... Lainnya - Perangkai kata

Menemani anak salah satunya juga mengajarkan bersikap sebagai manusia

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Perahu Tanpa Layar

9 September 2020   22:46 Diperbarui: 14 September 2020   06:13 128
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Cerpen. Sumber ilustrasi: Unsplash

"DIAM LU SEMUA. INI URUSAN GUA!!"

Tiba-tiba sirine polisi berbunyi dari kejauhan. Menyadari hal itu segera Bang Oji hendak melarikan diri. Tapi, beberapa tangan menahannya.

"Mau kemana Lu? Lari? Tar gua bikin bonyok dulu, kayak yang Lu lakuin sama tuh cewek!" leceh salah seorang pedagang. "Hayuk bapak-bapak! Kasih pelajaran nih preman!!" teriak pria itu kemudian.

Sontak semua pedagang yang merasa terancam dengan sikap Bang Oji, akhirnya turun tangan.  Ambil bagian melayangkan pukulan demi pukulan.

Mereka hanya ingin pasar itu bebas dari tindak premanisme yang seenaknya.

Aku melihat dengan gemetar, tanpa bisa melakukan apa-apa. Entah ... masih hidup atau sudah meninggal Bang Oji. Kulihat tubuhnya penuh luka dan wajahnya pun tak lagi bisa kukenali. Terakhir ... itu yang kurasakan, selepas duniaku menjadi gelap. Aku tak lagi bisa merasakan apapun.

***

Saat kubuka mataku, yang terhirup adalah bau alkohol. Juga seraut wajah baby face dan wajah Bang Reno.

"Bang Rojak ... Bang Reno ...," ucapku pelan.

"Syukurlah kamu sudah sadar, Kim," balas Bang Rojak.

"Lain kali kalo Lu mau pergi bilang kami, siapa tahu ada salah satu dari kami bisa mengantar," timpal Bang Reno.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10
  11. 11
  12. 12
  13. 13
  14. 14
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun