Mohon tunggu...
Farida Ayu Hapsari
Farida Ayu Hapsari Mohon Tunggu... Lainnya - Aida

a melancholy, not a melodrama

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Mengutuk Pagi

31 Maret 2021   04:46 Diperbarui: 31 Maret 2021   05:12 137
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Senjaku meredup

malam menggantinya dengan sayup

bersama lelah mataku yang kututup

menyelam dalam harap yang berdegup

Detik berlalu cepat

malam melesat tak dapat dicegat


hingga kuningnya menyapa mendekat

hangat sinarnya mendekap erat

Pagi menghampiri, memaksa tersenyum lagi

cerahnya mengutuk bangkitkan diri

merengkuh sekam yang menimbun api

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun