Mohon tunggu...
Didik Sedyadi
Didik Sedyadi Mohon Tunggu... Administrasi - Suka berdiskusi tentang matematika bersama anak-anak SMAN 1 Majalengka. Hobby menulis. Tinggal di Majalengka Jawa Barat

Suka berdiskusi tentang matematika bersama anak-anak SMAN 1 Majalengka. Hobby menulis. Tinggal di Majalengka Jawa Barat

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Cerpen (Panjang): Yang Bersemi dari Jamarat

23 Oktober 2017   20:24 Diperbarui: 25 November 2017   17:53 14064
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

"Ya."

"Catat Mbak Win.... saya pasti sampai ke sana!"

"Ah!"

"  Saya ke Madinah lusa, terbang ke tanah air tanggal 26 September. Kalau  kita tidak sempat bertemu lagi di haramain, paling tidak doa-doa kita  akan bertemu. Yakinkan di roudhoh ya Mbak Win. Di saat-saat arbain!"

"Iya... iya.... Insya Allah."

Assalaamu'alaikum!"

Dengan  terburu-buru pemuda itu berlari-lari kecil mengejar rombongan yang  sudah menjauh. Wiwin terbengong-bengong memandangi yang berlari  tergesa-gesa. Bu Yanti juga demikian, perempuan itu menggeleng-gelengkan  kepala.

"Mas Denny bilang pasti sampai ke Majalengka..." gumam Wiwin.

"Ini tanah haram Win."

"Artinya?"

"Ucapan dia yang penuh keyakinan bakal dikabul oleh Allah."

Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun