Mohon tunggu...
Deni Saputra
Deni Saputra Mohon Tunggu... Guru - Seorang Guru dan Penggiat Literasi

Belajar menulis untuk memahami kehidupan.

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Cerpen: Layang-layang (2)

8 Oktober 2021   13:08 Diperbarui: 8 Oktober 2021   13:09 113 4 2
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Layang-Layang

(ADS)

 

Sudah hampir pukul tujuh tetapi teman-teman belum juga datang. Aku sudah lama menunggu di depan rumah. Rihad yang berjarak dekat dengan rumahku, belum juga nongol. Bisa-bisa aku terlambat sampai di sekolah. Kriing...kring...bunyi sepeda sudah terdengar dekat rumahku. Aku pun lekas mengambil sepedaku. Setelah berpamitan pada Ibu aku langsung berngkat.

"Ke mana dulu kalian?" tanyaku.

"Tadi nunggu Nihal lama banget." Jawab Bagus.

"Maaf, aku tadi nyari buku tugasku." Ucap Nihal.

"Sekarang sudah ketemu?"

"Sudah. Ada di map Bunda." Lanjut Nihal.

"Ayo kita berangkat!! Sudah jam tujuh nih." Ajak Rihad.

Untung saja tidak sampai terlambat. Satpam sekolahku hampir saja mengunci pagarnya. Terlambat satu menit saja, kami sudah tidak dibolehkan masuk kelas. Setelah menyimpan sepedanya, kami segera masuk kelas. Tidak lama kami duduk di bangku masing-masing, Pak Herdi datang.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10
Mohon tunggu...

Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan