Mohon tunggu...
Bambang Syairudin
Bambang Syairudin Mohon Tunggu... BAMS, lebih senang DIAJARI oleh PUISI daripada DIAJARI oleh SAJAK; kalau puisi ngajarinya serius sekali, sedangkan dengan sajak malah diajak tertawa terbahak-bahak ngakak! ©

========================================== BAMS, hidup dan mencari NAFKAH sebagai Dosen di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya. Pernah BELAJAR di Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung. BAMS, lebih senang DIAJARI oleh PUISI daripada DIAJARI oleh SAJAK; kalau puisi ngajarinya serius sekali, sedangkan dengan sajak malah diajak tertawa terbahak-bahak ngakak! ========================================== KEPADA SEMUA TEMAN, yang telah memberikan KERAMAHAN KOMEN dan PENILAIAN, saya mengucapkan SANGAT BERTERIMAKASIH. 🙏🤝🙏 ========================================== KEPADA ADMIN KOMPASIANA, yang telah dengan SANGAT BAIK dalam MENGELOLA dan menyediakan TEMPAT BERBAGI LITERASI, saya mengucapkan SALAM SALUT dan SANGAT BERTERIMAKASIH. 🙏🤝🙏 ==========================================

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Ini Bukan Puisi (2)

13 Juni 2021   01:44 Diperbarui: 22 Juni 2021   05:45 62 12 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Ini Bukan Puisi (2)
Gambar Ilustrasi merupakan dokumen karya pribadi (Karya Bambang Syairudin)

Ini Bukan Puisi (2)

ada satu yang kocak
dari logika kakak
yang bikin ngakak

namun setelah dijelaskan
ternyata ada benarnya juga


begini permulaan ceritanya:

di kampung halaman saya, desa pekajangan
kabupatennya pekalongan, saya dan kakak
terlibat dalam perbuatan yang namanya:
begadang bareng kakak

entah tak sengaja ataukah sudah direncana
tiba-tiba kakak memberikan kepada saya:

satu tebak-tebakan, yang bagi saya 
kerasa mudah banget pertanyaannya:
mBang, apa penyangganya kepala kita?

tanpa pikir panjang saya jawab: leher!!

kakak ketawa sambil bilang: salah!!

sambil menyisipkan kritikan tentang  cara berpikir saya
yang katanya belum benar-benar merdeka dari kerangka 

kacamata kuda anak sekolah

lanjut,
karena saya malas cari jawaban lainnya
maka saya katakan bahwa saya menyerah
tanda agar kakakku bisa secepatnya
menunjukkan jawaban yang benar

lanjut cerita,
di tengah-tengah ketawanya yang masih belum selesai
kakakku membalas begini: yang benar, mata, mBang!!
loh, kok mata??, saya protes karena tak setuju

setelah dibiarkan hening sejenak, 
lantas kakakku membalas lagi:
mBang, coba dipikir ya...
ketika kamu ngantuk atau saat kamu sedang tidur,
apakah lehermu masih berdaya untuk menyangga
beban kepalamu?
saya jawab: tidak berdaya, kak
nah, mBang, berarti sekarang kamu sudah setuju ya
bahwa penyangga sejati kepala kita bukanlah leher
tapi: mata!!

kemudian kakakku melanjutkan lagi sisa ketawanya yang belum selesai
atau lebih tepatnya dalam tanda kutip, kakak melanjutkan "ejekannya" 

yang masih belum selesai...qqqqqq

setelah alasannya itu saya pikir memang rada nyambung, 
akhirnya, saya pun ikutan ngakak bareng kakak...wakakakakakak
 

(Isiup, 2021)

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x