Mohon tunggu...
aulia dewi anggreini
aulia dewi anggreini Mohon Tunggu... Mahasiswa - Universitas Negeri Semarang

Menulis adalah bekerja untuk keabadian (Pramoedya Ananta Toer)

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Jika Puisiku Merdeka

14 September 2022   17:15 Diperbarui: 14 September 2022   17:17 60 2 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Ayah,
Jika puisiku telah merdeka
Tak mungkin air mataku runtuh ditikam rindu
Tak mungkin sudut-sudut rumah mengering sebab keterlaluan mengenang

Ayah,
Jika puisiku telah merdeka
Tak mungkin aku sempoyongan merengkuh doa hingga melangit
Tak mungkin kembang-kembang layu melulu melihat cemasku

Ayah,
Jika puisiku telah merdeka
Mungkin tidak akan ada lagi ketidakmungkinan
Jika puisiku telah merdeka
Mungkin aku sudah memelukmu

Meski hanya mimpi
Tapi puisiku telah merdeka

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan