Mohon tunggu...
Ari Budiyanti
Ari Budiyanti Mohon Tunggu... Guru - Guru yang suka berpuisi

Sudah menulis 2.452 artikel berbagai kategori (Fiksiana yang terbanyak) hingga 22-1-2023 dengan 1.880 highlight, 15 headline, dan 95.416 poin. Menulis di Kompasiana sejak 1 Desember 2018. Masuk Kategori 15 Kompasianer Teraktif di Kaleidoskop Kompasiana selama 4 periode: 2019, 2020, 2021, dan 2022. Salam literasi πŸ’– Just love writing πŸ’–

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Jejak Hujan (November 8)

8 November 2022   16:30 Diperbarui: 8 November 2022   16:37 122
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi puisi pixabay.com

Gerimis mulai menetes perlahan
Tertimbun sepi diri di sebuah rumah
Sambil mencoba menghentikan
Segala memori yang membuatku jengah

Rintik hujan mulai menderas
Tak terasa mengalir pula genangan di pelupuk mata
Seolah membuat hati makin mengeras
Oleh segala pahit kenangan yang menimpa

Ingin sekali membiarkan jejak-jejak hujan
Membawa lari segala pedih yang tiada
Mau meninggalkan lara di sudut jiwa
Membawa pergi semua memori yang menekan

Ah seandainya
Jejak-jejak hujan mampu menghapus segala pedih
Tentunya musim ini sangat sesuai
Kala air suka berkejaran turun dari angkasa raya yang letih

...
Written by Ari Budiyanti
#PuisiHatiAriBudiyanti
8 November 2022

12-2.359

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun