Mohon tunggu...
Ari Budiyanti
Ari Budiyanti Mohon Tunggu... Guru - Lehrerin

Sudah menulis 2.780 artikel berbagai kategori (Fiksiana yang terbanyak) hingga 24-04-2024 dengan 2.172 highlight, 17 headline, dan 106.868 poin. Menulis di Kompasiana sejak 1 Desember 2018. Nomine Best in Fiction 2023. Masuk Kategori Kompasianer Teraktif di Kaleidoskop Kompasiana selama 4 periode: 2019, 2020, 2021, dan 2022. Salah satu tulisan masuk kategori Artikel Pilihan Terfavorit 2023. Salam literasi 💖 Just love writing 💖

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Memeta Hadirmu

6 Oktober 2022   21:16 Diperbarui: 6 Oktober 2022   21:23 163
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi puisi Pixabay.com

Di sudut ruang yang biru ada sebuah rindu atas rasa pilu karena harap akan hadirmu di sisi namun ternyata itu semu. 

Hanya sebuah angan di hatiku yang tak berujung titik temu. 

Sungguh segala rasa ini mengiring pada penat dan membuatku jemu. 

Bahwa mungkin hadirmu tiada lagi berarti dan tiada lagi menjejakan memori di ingatan sekuat apapun aku berusaha memeta hadirmu. 

Sungguh sudah tiada lagi asa di antara kita yang merajut di antara ruwetnya jalan pikiranku ini. 

Iya sangat kompleks tanpa ada garis akhir. Semua hanya ilusi saat ku mencoba lagi untuk memeta hadirmu.

...
Written by Ari Budiyanti
6 Oktober 2022

10-2322

Baca juga: Ringkih Hati

Baca juga: Entah dan Entah

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun