Mohon tunggu...
Ari Budiyanti
Ari Budiyanti Mohon Tunggu... Guru - Guru

Mulai menulis di Kompasiana pada 1 Desember 2018. Tidak terasa sudah 3 tahun terlewati. Terima kasih untuk ucapan ulang tahun ketiga menulis di Kompasiana yang diberikan rekan-rekan pada puisi saya tanggal 1 Desember 2021 sebagai karya ke-1.784. Terus mencoba melaju setidaknya sampai karya ke 2.000. Semangati saya ya rekan-rekan Kompasianers. Salam literasi

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Jenggala yang Terbengkalai

28 Oktober 2021   13:42 Diperbarui: 28 Oktober 2021   13:54 142 25 3
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Sumber foto: https://www.wwf.id/

Teringat pada sebuah berita lama
Tidak terlalu lama sebenarnya
Ketika asap membumbung menyesak dada
Banyak yang hilang para penghuni jenggala

Bukan hanya satwa menjadi musnah tanpa sisa
Pun flora beranjak sirna
Karena jenggala tempat mereka berada
Lenyap hangus terbakar api yang menyala

Kemarau panjang dipersalahkan manusia
Hadirnya hujan tertahan putaran musim
Hawa panas memberi sesak pada insan yang bermukim
Balita, anak-anak, dan lansia lebih lagi menderita

Jenggala yang terbengkalai
Sungguh tak beruntung nasibmu di sudut bumi
Tempat insan manusia seharusnya peduli
Namun nyatanya masih saja ada musibah menimpa memberi perih di hati

Jenggala yang terbengkalai
Semoga kemalangan ini tak menimpamu lagi
Di kemudiaan hari semoga lebih banyak cinta
Dicurahkan untuk lestarimu dan sejuk udara

 ....
Written by Ari Budiyanti
#PuisiHatiAriBudiyanti
28 Oktober 2021

35-1.807

Jenggala = hutan, rimba (KBBI)
Puisi dalam memperingati bulan bahasa
Mengenalkan kosakata dari KBBI

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan