Mohon tunggu...
Ali Musri Syam
Ali Musri Syam Mohon Tunggu... Sekretaris - Belajar Menulis

Pekerja, peduli dan menyukai sastra, olahraga khususnya sepakbola, sosial politik. Karena Menulis adalah cara paripurna mengeja zaman, menulis adalah jalan setapak menjejalkan dan menjejakkan kaki dalam rautan sejarah, menulis menisbahkan diri bagi peradaban dan keberadaban. (Bulukumba, Makassar, Balikpapan, Penajam Paser Utara) https://www.facebook.com/alimusrisyam https://www.instagram.com/alimusrisyam/

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi: Ikhlas Menjadi Hilang

17 November 2021   22:22 Diperbarui: 17 November 2021   22:58 731 88 8
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Puisi Ikhlas Menjadi Hilang - Teluk Balikpapan / Dokpri @ams99

Ikhlas Menjadi Hilang

Entah sudah berapa lama dunia ini gelap
Semburat matahari terhalang pekat
Awan-awan tebal menggelantung di bumantara
Enggan beranjak dari tempatnya

Aku ingin menjadi angin
Aku rela menjadi udara berhembus
Agar gumpalan awan-awan itu menepi
Dan sinar sang surya menggenangi bumi
Meski setelahnya Aku tak dikenal lagi

Bahkan aku rela menjadi titik-titik embun
Dari gugusan awan menjelma hujan
Lalu meluruh ke bumi
Menyerap ke tanah-tanah, menyelam
Menjadi nutrisi bagi alam

Aku ikhlas menjadi hilang
Aku tulus mewujud raib
Setelah semua pokok-pokok perkara telah kutunaikan
Dan Aku kembali penuh keheningan

Penajam Paser Utara, 12.11.2021
Ali Musri Syam Puang Antong

Puisi Sebelumnya: Selalu Ada Harapan

https://www.kompasiana.com/alimusrisyam/618cb8858c48251d35691362/puisi-selalu-ada-harapan

Puisi Pilihan: Aku yang Tak Kau Kenali Lagi

https://www.kompasiana.com/alimusrisyam/6184d1efffe7b55439100aa2/puisi-aku-yang-tak-kau-kenali-lagi

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan