Mohon tunggu...
zaldy chan
zaldy chan Mohon Tunggu... Administrasi - ASN (Apapun Sing penting Nulis)

cintaku tersisa sedikit. tapi cukup untuk seumur hidupmu

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Artikel Utama

Cerpen: Sepatu

22 September 2021   09:50 Diperbarui: 25 September 2021   21:20 489 62 8
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Cerpen: Sepatu
Sepatu dan Bayangan Perempuan (sumber gambar: pexel.com)

Mataku menatap sepatu itu. Tak bergerak. Sepatu itu diam bukan bersebab ia sebagai benda mati. Namun, karena patuh pada kehendak dari pemiliknya.

Aku.

***

Dua jam berlalu. Sepatu itu, telah ikut berjajar dalam satu baris tanaman yang masih tersisa di halaman. Kuletakkan persis di tengah-tengah barisan.
 
Di sebelah utara sepatu, sebuah ember bekas coran semen, ditumbuhi sebatang bayam merah, yang sudah kehilangan pucuk-pucuk daun di ranting terbawah.

Sebatang pohon cabai yang mulai kembali berbuah, tumbuh dan bertahan pada kaleng bekas wadah roti, hadiah lebaran tahun lalu dari tetangga sebelah.

Tepat di sisi sepatu, serumpun bawang daun tegak lurus, tapi tak menjulang. Terbenam dalam kantong plastik ukuran sedang bekas bungkusan deterjen.

Di sebelah selatan, tertinggal kenangan. Tiga pot besar berwarna hitam itu, pernah ditumbuhi Anglonema, Begonia dan Mostera. Sekarang, ketiganya dihuni aneka gulma.

Pada titik sepatu itu berada, pernah ada satu pot besar berbahan semen. Dulu berisi bunga lidah mertua. Sebelum dipecahkan pergantian musim.

Selain mawar putih dan melati yang menjaga pagar,  bunga-bunga itu ikut serta menguras perhatian dan rasamu. Untukku.

Sepatu itu, seakan menjadi jembatan. Dari sebaris harapan dan segaris kenangan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
22 September 2021
LAPORKAN KONTEN
Alasan